Pacitan, BeritaTKP.com – Dampak dari cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini membuat bencana alam terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan. Wilayah pesisir menjadi lokasi utama terkena dampak dari cuaca eksrem ini. Salah satunya adalah pesisir Pantai Soge yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo.
Kerusakan mulai terjadi beberapa bulan lalu. mulai dari meluapnya aliran sungai hingga hilangnya hamparan pasir di bibir pantai akibat abrasi.
Belakangan ini, wilayah yang tergerus air laut ternyata semakin luas. Dia bahkan memasuki gedung pos pengamatan. Beberapa di antaranya ambruk dan jatuh ke laut, tentu saja membuat pengelola pantai resah. Hal tersebut membuat masyarakat yang mendiami pesisir Pantai Soge menjadi resah.
Hilangnya pantai tersapu oleh abrasi laut, lanjut Hargo, mencapai jarak 15 meter dari bibir pantai. Saat ini, bahkan jika itu berarti meninggalkan beberapa sentimeter tanah di tepi. Perbatasan laut lepas mendekati Jalan Lintas Selatan (JLS). “Kami khawatir jika jalan itu terpengaruh, bagaimana itu akan dibangun,” tambahnya.
Hargo mengatakan abrasi yang terjadi diyakini tidak terlepas dari pergeseran aliran sungai. Dahulu, saat sampai di muara air langsung mengalir ke laut, kemudian aliran air sungai membelok ke kanan akibat terhalangnya sedimen di tengah muara.
Seorang warga, Joko Sujatmiko, mengaku melihat beberapa bangunan runtuh akibat abrasi. Kondisi saat itu, lanjut Joko, diperparah dengan gelombang pasang yang terjadi bersamaan dengan keluarnya air dari sungai.
Ia juga merinci sejumlah bangunan di kawasan wisata Pantai Soge yang ambruk. Ini termasuk pos pengamatan dan pos pertolongan pertama. Tak hanya itu, dua unit MCK publik yang tak jauh dari dua objek pertama juga terlihat menjorok ke laut.
“Sekitar dua sampai tiga bulan. Prosesnya (abrasi) cepat. Karena terbantu oleh dorongan banjir,” katanya.
Secara terpisah, Kepala BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menilai pentingnya upaya mitigasi dini. Hal ini dapat dilakukan dengan menempatkan bangunan jauh dari potensi bencana. Dalam kasus Pantai Soge, titik di mana bangunan itu dibangun memang merupakan pantai berpasir.
Ia juga menyarankan jika fasilitas umum dibangun kembali di tempat tujuan wisata, lokasinya tidak lagi di pantai. Saat ini titik teraman di seberang jalan raya.
“Dengan perubahan iklim yang disebut gelombang laut, hujan sulit diprediksi. Di beberapa titik, ada kemungkinan hujan lebat atau gelombang laut meningkat,” kata mantan camat Tulakan itu. (Din/RED)






