Jakarta, BeritaTKP.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19, yang dalam beberapa waktu belakangan ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 341 kasus pada Selasa 15 Februari 2022.
“Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 83.969 orang yang masih dirawat/isolasi,” kata Dwi, Rabu (16/2/2022).
Dwi mengimbau masyarakat mewaspadai penularan Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta. Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas.
Dwi memaparkan berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, pada tanggal 15 Februari telah dilakukan tes PCR sebanyak 58.236 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 45.132 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasilnya 9.482 positif dan 35.650 negatif.
Selain itu, dilakukan pula tes Antigen sebanyak 73.547, dengan hasil 9.098 positif dan 64.449 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
“Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 984.861 dengan tingkat kesembuhan 90,9%, dan total 14.135 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,3%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3%,” terangnya.
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. “Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 357.352 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 857.958 per sejuta penduduk,” tuturnya.
“Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 22%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%,” tutupnya. (RED)






