Jombang, BeritaTKP.com – Pelaku pengeroyokan terhadap seorang pemuda di Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang kini telah berhasil tertangkap polisi. Pelaku yang diamankan sebanyak 48 anggota dari sebuah perguruan silat. Dari jumlah tersebut, 2 pesilat ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan menyampaikan bahwa sekitar 300 anggota sebuah perguruan silat berkumpul di Flyover Peterongan, Jombang pada Kamis (16/12/2021) malam. Mereka datang dari Kediri, Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Nganjuk, Mojokerto, Mojokerto, dan Jombang sendiri.

“Ada imbauan di grup WhatsApp mereka, karena beberapa hari sebelumnya ada rekan mereka yang sempat dipukul sekelompok pemuda, mereka aksi solidaritas sweeping ke Jombang,” pungkas Teguh, Jumat (17/12/2021).

Dari Flyover Peterongan, ratusan pesilat tersebut berkonvoi ke pusat kota Jombang untuk mencari pelaku yang menganiaya rekan mereka. Sampai di Jalan KH Wahid Hasyim sekitar pada pukul 22.00 Wib, massa pesilat langsung mengeroyok EPW ,20, warga asal Kecamatan Perak, Jombang. Saat itu, korban sedang asyik berfoto dengan dua temannya.

“Saat mereka konvoi, korban sedang foto-foto di trotoar. Massa mengira korban sedang merekam kegiatan mereka. Akhirnya mereka marah dan melakukan pengeroyokan,” paparnya.

Akibatnya, EPW menderita sejumlah luka lebam di bagian kepala dan tangannya. Akibat hal itu, korban langsung melapor ke Polres Jombang. Polisi pun memburu pelaku. Hasilnya, petugas telah meringkus 48 pesilat di Jalan Kusuma Bangsa dan Alun-alun Jombang. Sebanyak 28 sepeda motor yang mereka gunakan berkonvoi juga disita.

“Ada dua orang yang kami tetapkan tersangka. Sesuai alat bukti mereka mengeroyok korban di Jalan Wahid Hasyim,” tutur Teguh.

Kedua tersangka tersebut adalah Andrian Trimadeni ,21, warga asal Desa Songsong, Jatikalen, Nganjuk dan Nurwahid Saefudin ,22, warga asal Desa Kedungurip, Megaluh, Jombang.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

“Untuk yang lain, kami kumpulkan alat bukti, kalau tidak ada indikasi pidana, kami lakukan pembinaan, kami panggil orang tuanya,” cetus Teguh.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyelidiki otak yang menggerakkan massa pesilat ke Jombang. “Kami dalami komandonya melalui di grup-grup komunikasi mereka, indikasinya sudah ada perencanaan,” tandasnya.

(k/red)