Tangerang, BeritaTKP.com – Satreskrim Polresta Tangeran berhasil meringkus 3 pedagang alkohol ilegal atau yang biasa disebut dengan ciu.

Ketiga pelaku tersebut berinisial BA, AA, dan AT, ketiga pelaku tersebut masih memiliki hubungan keluarga. Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro mengatakan bahwa ketiga pelaku ini memdapatkan ciu dengan cara membuat sendiri.

“Jadi ketiganya ini meramu sendiri dengan bahan baku dari beras merah, ragi, dan gula. BA sebagai otak dari pembuatan ciu ini dia belajar dari orang tuanya. Dua sisanya hanya karyawan yang membantu BA dalam usahanya ini,” katanya, Jumat (5/11).

BA dan kawan-kawan membuat ramuan ciu ini di sebuah ruko yang berada di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ruko itu disewa awalnya digunakan untuk berwirausaha konfeksi.

“Baru empat bulan jalan sebagai penjual ciu. Sebelumnya konfeksi. Ciu ini mereka jual ke wilayah Bekasi dan sekitarnya,” tambah Wahyu.

Sebelumnya, kata Wahyu, BA ditangkap di Jalan Raya Tigaraksa saat akan membawa ciu ini untuk dipasarkan. Lebih lanjut Wahyu menjelaskan BA dihentikan dan didapati di dalamnya 50 dus ciu, yang satu dusnya terdiri atas 24 botol.

Setelah itu, Wahyu melakukan penggeledahan langsung ke tempat pembuatan ciu di ruko yang berada Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Saat menggeledah, kita amankan barang bukti empat panci, 95 drum fermentasi isi, 25 tabung gas, dan tiga buah kompor gas. Kandungan alkoholnya yang dibuat 30-40 persen. Ini diketahui dari alat pengukur kandungan minuman beralkohol,” tambahnya.

Atas perbuatannya ini, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 140 atau 142 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, atas bisnis ilegalnya ini, per hari mendapat keuntungan Rp 6-7 juta. Selain itu, lanjut Shinto, dalam sehari rata-rata BA dapat memproduksi sebanyak 20 dus, yang berisi 24 botol dalam satu dusnya.

“Harga satu botolnya mereka jual dengan harga Rp 11-15 ribu. Kita juga mengamankan barang bukti bahan baku pembuatannya, yaitu beras merah, ragi, dan gula,” jelasnya. (RED)