BANYUWANGI, BeritaTKP.com – Program Warung Naik Kelas yang dibuat oleh pemerintah Kota Banyuwangi yang memfasilitasi warung-warung rakyat untuk naik kelas. Fasilitas yang diberikan berupa peralatan yang memadai dan dukungan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan bantuan kepada 300 warung rakyat, yang dilakukan secara simbolis ke sejumlah perwakilan warung di Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Glenmore, dan Kecamatan Genteng, Rabu (24/8/2021). Pada tahap sebelumnya, telah ada 100 warung rakyat yang menerima bantuan tersebut melalui sinergi lintas sektor.

“Warung rakyat ini adalah salah satu tumpuan banyak masyarakat. Pemilik warungnya mendapatkan nafkah, warga masyarakat memperoleh makanan dengan harga terjangkau. Kami bantu agar tetap bergeliat dimasa yang sulit ini, sekaligus ini bagian dari pemulihan ekonomi,” ungkap Ipuk.

“Ini merupakan bagian dari program UMKM Naik Kelas yang kita canangkan. Ada banyak pendekatannya, ada bantuan warung, fasilitasi perizinan, PIRT, bantuan alat produksi, kemasan, pemasaran, dan lain sebagainya. Ada juga hampir 7.000 PKL yang mendapat bantuan dana selama masa PPKM,” imbuh Ipuk.

Para penerima merupakan usulan dari masyarakat yang kemudian diverifikasi oleh dinas terkait.

“Dananya kita transfer ke masing-masing pemilik warung masing-masing Rp1 juta, nanti bisa digunakan untuk beli alat atau melengkapi warung, seperti membeli etalase, alat makan, dan sejenisnya. Para penerima adalah para pengusaha ultra mikro. Sehingga dengan bantuan yang nominalnya tidak besar ini, bisa memberi dampak untuk pengembangan usahanya,” terang Ipuk.

“Program ini akan kami teruskan, dan nanti akan ditambah alokasinya sesuai dengan kemampuan APBD,” imbuh Ipuk.

Bupati Banyuwangi saat berikan bantuan kepada salah satu pemilik warung.

Salah seorang pemilik warung kecil yang didatangi langsung oleh Ipuk adalah Dewi Astutik di Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. Dewi bersyukur dengan bantuan yang diberikan tersebut.

” Ini dapat jadi tambahan usaha kami yang akhir-akhir ini cukup sulit,” ungkap ibu rumah tangga yang telah berjualan sejak 5 tahun lalu itu.

Selain berjualan di rumahnya, Astutik mengaku juga berjualan keliling ketika ada keramaian seperti pengajian atau ada orang yang mengadakan hajatan. “Akhir-akhir ini kan tidak boleh ada acara yang ramai-ramai. Jadi, ya tidak bisa berjualan lagi,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sulasiyem. “Alhamdulillah, ini bisa saya buat untuk beli etalase. Jadi, jualan saya lebih bersih,” ungkap pedagang nasi campur di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga mengajak para pedagang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat berjualan.

“Jaga kesehatan terus. Jangan sampai lupa memakai masker. Para pembeli juga ingatkan jika lalai menggunakan masker,” pesan Ipuk.

Bantuan “Warung Naik Kelas” ini merupakan program yang digeber sejak pertama kali Bupati Ipuk dilantik pada 26 Februari 2021 yang lalu. Secara bertahap menyasar ke warung-warung kecil yang tergolong ultra mikro.

(RED)