BOGOR, BeritaTKP.com – Jenazah Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), akhirnya tiba di rumah duka kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026) dini hari. Kedua korban sebelumnya menjadi korban pembunuhan yang dilakukan Dwi Bagus Martono (40).

Ambulans yang membawa kedua jenazah dari RS Bhayangkara Polda Jawa Timur tiba sekitar pukul 03.20 WIB. Keluarga dan warga yang telah menunggu langsung menyambut kedatangan jenazah dengan membawa peti berwarna putih ke dalam rumah duka.

Keluarga Memilih Bogor sebagai Tempat Pemakaman

Kuasa hukum keluarga korban, Ikbal Sermaf, menjelaskan bahwa pihak keluarga menginginkan Dini dan anaknya dimakamkan di Bogor, yang merupakan daerah asal tempat tinggal korban.

Sebelum keberangkatan, keluarga telah berkoordinasi dengan kerabat yang berada di Bogor untuk mempersiapkan proses pemakaman.

Ikbal juga menyatakan akan mengawal langsung seluruh rangkaian proses pemakaman kedua korban. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jatim yang telah membantu penanganan perkara, termasuk proses identifikasi forensik hingga penyerahan jenazah kepada keluarga.

Keluarga Minta Tersangka Dihukum Maksimal

Di tengah duka yang dialami keluarga, Ikbal menyampaikan bahwa pihak keluarga berharap Dwi Bagus mendapatkan hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya.

Menurutnya, keluarga menginginkan hukuman maksimal, termasuk kemungkinan pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Pada dasarnya tuntutan keluarga tetap pelaku dihukum seberat-berat mungkin. Maksimalnya harus hukuman seumur hidup atau mungkin hukuman mati,” tutur Ikbal.

Identitas Korban Dipastikan Melalui Pemeriksaan DNA

Sebelumnya, Polda Jatim menyerahkan sisa jasad kedua korban setelah tim forensik menyelesaikan proses identifikasi melalui pemeriksaan DNA.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edhi menjelaskan, proses identifikasi membutuhkan ketelitian tinggi karena penyidik menemukan 15 fragmen tulang di lokasi kejadian. Sebagian besar fragmen berukuran kecil sehingga tidak dapat langsung dikenali berdasarkan bentuk anatominya.

Hasil pemeriksaan memastikan seluruh fragmen merupakan tulang manusia yang berasal dari dua individu berbeda. Melalui pencocokan DNA dengan sampel pembanding dari keluarga, identitas Dini dan anaknya akhirnya berhasil dipastikan.

Setelah seluruh tahapan pemeriksaan forensik dan administrasi selesai, kepolisian memfasilitasi pemulangan sisa jasad kedua korban agar dapat segera dimakamkan oleh keluarga.

Tragedi pembunuhan ibu dan anak ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Kini, setelah proses identifikasi rampung, keluarga dapat mengantarkan Dini dan AGEF ke tempat peristirahatan terakhir di Bogor.(æ/red)