PIDIE, BeritaTKP.com – Situasi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, berangsur kondusif setelah bentrokan antara anggota TNI dan warga pada Rabu (4/11/2026). Meski demikian, personel TNI masih disiagakan untuk memantau kondisi dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menyampaikan bahwa kondisi di lokasi secara umum telah terkendali hingga Kamis (5/11/2026) pukul 04.30 WIB.
“Hingga Kamis (5/11/2026) pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, secara umum telah kondusif,” kata Donny dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Walaupun situasi telah membaik, personel TNI tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mencegah gangguan keamanan kembali terjadi.
Donny menegaskan, TNI AD mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi bersama Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan.
Bentrokan Dipicu Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Bentrokan bermula saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari. Peristiwa tersebut dipicu pengibaran bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan.
Menurut keterangan TNI AD, aparat TNI dan Polri sebelumnya telah melakukan pendekatan persuasif serta mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan. Namun, upaya komunikasi itu belum menghasilkan kesepakatan.
Prajurit TNI kemudian berupaya menurunkan bendera tersebut. Dalam proses penertiban, situasi memanas hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel. Sejumlah orang juga dilaporkan membawa senjata tajam.
TNI AD menyebut personel telah berupaya mengendalikan situasi menggunakan perlengkapan pengendalian massa. Namun, karena situasi semakin tidak terkendali dan keselamatan personel dinilai terancam, aparat melakukan tindakan pengamanan secara bertahap.
Tindakan tersebut diawali dengan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian dilanjutkan dengan munisi karet.
“Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Donny.
Rencana Kegiatan Syiar Aceh Merdeka Dipindahkan
Selain menangani situasi di Desa Pulo Keunari, TNI AD juga melakukan antisipasi terhadap rencana kegiatan syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Personel Kodim 0102/Pidie bersama pasukan bawah kendali operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi dengan masyarakat.
Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung di Desa Udeung Poroh kemudian dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya aparat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.
Satu Warga Meninggal, 19 Orang Mengalami Luka-Luka
Bentrokan tersebut menimbulkan korban dari kedua pihak. Berdasarkan data yang disampaikan Kadispenad, sebanyak 14 warga menjadi korban, terdiri atas satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Warga yang meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
Jenazah Abzalul telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro.
Dengan kondisi yang mulai kondusif, aparat keamanan masih melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan situasi di Pidie tetap terkendali. Peristiwa ini menyisakan perhatian serius terhadap penanganan konflik di tengah masyarakat, khususnya melalui komunikasi dan pendekatan yang mengutamakan keselamatan warga maupun aparat.(æ/red)





