SURABAYA, BeritaTKP.com – Kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), yang melibatkan Dwi Bagus Martono (40), menyisakan kisah memilukan. Setelah kedua korban dibunuh, jasad mereka diduga dibakar dan dihancurkan menggunakan mesin penggiling daging oleh tersangka untuk menghilangkan jejak kejahatan.

Melalui pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA, tim Polda Jawa Timur memastikan sisa jasad kedua korban yang berhasil diperiksa berupa 15 fragmen atau pecahan tulang manusia. Hasil identifikasi tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga saat penyerahan sisa jasad di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu (4/11/2026).

Berikut tujuh fakta penting dalam kasus tersebut.

  1. Sisa jasad hanya ditemukan dalam 15 fragmen tulang

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Wahono Edi Prastowo menjelaskan, tim forensik memeriksa 15 fragmen yang dipastikan merupakan tulang manusia dan berasal dari dua individu berbeda.

Identitas fragmen tersebut kemudian dipastikan melalui pemeriksaan DNA dengan sampel pembanding dari keluarga korban.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pecahan tulang tersebut berkaitan dengan Dini dan anaknya, AGEF.

  1. Sebagian besar fragmen sulit dikenali

Kondisi tulang yang telah terpecah menjadi bagian-bagian kecil membuat tim medis kesulitan menentukan asal anatomi setiap fragmen.

Meski demikian, salah satu bagian berhasil diidentifikasi sebagai tulang panggul. Sementara bagian lainnya sulit dikenali karena ukurannya yang sudah sangat kecil.

  1. Identitas korban dipastikan melalui tes DNA

Untuk memastikan identitas sisa jasad, tim Biddokkes Polda Jatim melakukan pemeriksaan DNA menggunakan sampel pembanding darah dari Harti, ibu kandung Dini.

Hasil pemeriksaan yang keluar pada 30 Oktober 2026 menunjukkan adanya kecocokan DNA. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar penting bagi tim forensik dalam memastikan identitas kedua korban.

  1. Ibu Dini tak kuasa menahan kesedihan

Harti terlihat sangat terpukul ketika menerima penyerahan sisa jasad putri dan cucunya di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Meski merasa lega karena identitas keduanya akhirnya berhasil dipastikan, Harti mengaku sangat sedih mengetahui kondisi sisa jasad anak dan cucunya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono beserta seluruh tim yang telah membantu proses penyelidikan dan identifikasi.

  1. Sisa jasad dibawa ke Bogor untuk dimakamkan

Setelah proses identifikasi dan administrasi selesai, Polda Jatim menyerahkan sisa jasad Dini dan AGEF kepada keluarga pada Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 13.00 WIB.

Penyerahan tersebut dihadiri ibu, kakak, serta adik kandung Dini.

Selanjutnya, sisa jasad kedua korban diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Bogor, Jawa Barat, untuk dimakamkan. Kuasa hukum keluarga, Ikbal Sermaf, menyatakan akan mengawal langsung proses pemakaman tersebut.

  1. Tersangka diduga membakar dan menggiling jasad korban

Penyidik sebelumnya mengungkapkan bahwa Dwi Bagus diduga berupaya menghilangkan jejak pembunuhan dengan membakar jasad kedua korban, kemudian memasukkannya ke mesin penggiling daging dan kembali melakukan pembakaran.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Roy HM Sihombing menjelaskan, rangkaian tindakan tersebut dilakukan sebelum tersangka berencana membuang sisa jasad korban.

Pengungkapan itu disampaikan Roy kepada awak media di Mapolda Jatim pada Senin (26/10/2026).

  1. Kasus terungkap setelah ibu dan anak dilaporkan hilang

Peristiwa ini bermula ketika Dini dan anaknya dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Keluarga sempat mencari keberadaan keduanya selama lebih dari satu bulan.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi kemudian mengarah kepada Dwi Bagus yang merupakan suami siri Dini.

Tersangka akhirnya ditangkap di Jombang pada Minggu (25/10/2026). Setelah diamankan, Dwi Bagus mengakui telah membunuh Dini dan AGEF serta berusaha menghilangkan jejak dengan membakar dan menghancurkan jasad keduanya.

Terungkapnya identitas korban melalui pemeriksaan forensik menjadi bagian penting dalam penanganan perkara ini. Sementara itu, keluarga kini bersiap mengantarkan sisa jasad Dini dan AGEF ke tempat peristirahatan terakhir di Bogor.(æ/red)