Karangan bunga untuk pelakor dari Ibu Persit di Surabaya/Foto: Tangkapan layar

SURABAYA, BeritaTKP.com — Sebuah papan bunga berwarna merah muda yang terpasang di kawasan Perempatan Ngagel, Surabaya, mendadak menjadi sorotan publik. Bukan berisi ucapan selamat maupun ungkapan belasungkawa, papan bunga tersebut justru memuat pesan sindiran yang ditujukan kepada seorang perempuan bernama Fitri Wulandari.

Tulisan pada papan bunga itu menyebut perempuan tersebut sebagai orang ketiga dalam sebuah rumah tangga. Pengirimnya mencantumkan identitas sebagai istri sah sekaligus Ibu Persit.

Pesan yang terpampang di papan bunga tersebut berbunyi:

“Selamat atas hilangnya urat malu pelakor, Fitri Wulandari, kerja berkedok LC, dari Istri Sah (Ibu Persit).”

Selain tulisan bernada sindiran, papan bunga itu juga menampilkan foto seorang perempuan. Namun, hingga berita ini ditulis, kebenaran tuduhan yang tercantum dalam pesan tersebut belum dapat dipastikan.

Viral di Media Sosial

Keberadaan papan bunga tersebut menjadi viral setelah diunggah oleh akun Threads @talatubbb. Dalam unggahannya pada Senin (2/11/2026), akun tersebut memperlihatkan papan bunga yang terlihat jelas di kawasan Perempatan Ngagel pada malam hari.

Unggahan itu langsung mengundang rasa penasaran warganet. Banyak pengguna media sosial menyoroti isi pesan sekaligus identitas pengirim yang mengaku sebagai istri sah dan anggota keluarga besar Persit.

Sejumlah komentar juga mempertanyakan apakah pria yang dimaksud dalam pesan tersebut merupakan anggota aparat, mengingat pengirim mencantumkan identitas sebagai Ibu Persit.

Ada pula warganet yang menanggapi foto pada papan bunga dan berkelakar bahwa foto pria yang diduga terlibat dalam persoalan rumah tangga tersebut seharusnya turut ditampilkan.

Identitas Pengirim dan Latar Belakang Belum Terungkap

Meski telah ramai diperbincangkan, cerita di balik pemasangan papan bunga tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Belum ada keterangan terkonfirmasi mengenai siapa pihak yang mengirimkan papan bunga, siapa penerimanya, maupun persoalan yang melatarbelakangi pesan tersebut.

Informasi yang beredar di media sosial sejauh ini masih berupa unggahan dan komentar warganet. Karena itu, tuduhan yang tercantum dalam papan bunga tidak dapat dianggap sebagai fakta sebelum ada klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Peristiwa ini pun masih menyisakan tanda tanya. Publik menantikan penjelasan mengenai sosok pengirim, pihak yang dituju, serta alasan papan bunga bernada sindiran tersebut dipasang di salah satu kawasan ramai di Kota Surabaya.(æ/red)