BANTUL, BeritaTKP.com – Peristiwa tak biasa terjadi di wilayah Jodog, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebuah bongkahan es berdiameter sekitar 20 sentimeter jatuh menimpa atap rumah warga hingga menyebabkan bagian bangunan jebol, meski saat kejadian tidak turun hujan.

Sekretaris BPBD Kabupaten Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut kerusakan terjadi pada bagian atap rumah milik Veronica Suharti, Senin (2/11/2026) pagi.

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB ketika seorang warga bernama Petrus sedang duduk di gazebo rumah milik adiknya. Tiba-tiba, ia mendengar suara dentuman keras dari dalam rumah.

Penasaran dengan suara tersebut, Petrus kemudian memeriksa bagian dalam bangunan. Ia mendapati bongkahan es berukuran sekitar 20 sentimeter telah jatuh dan menghantam atap ruang tamu.

Benturan tersebut mengakibatkan atap berbahan galvalum pasir, plafon PVC, rangka bangunan, hingga kursi kayu mengalami kerusakan. Area atap yang terdampak diperkirakan seluas 1 x 1 meter.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Saat insiden berlangsung, rumah dalam kondisi kosong dan tidak berpenghuni.

BMKG: Saat Kejadian Tidak Terdeteksi Hujan

Fenomena jatuhnya bongkahan es tersebut menjadi perhatian karena terjadi ketika kondisi cuaca di lokasi tidak menunjukkan adanya hujan.

Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Heri, menjelaskan berdasarkan data radar BMKG, tidak terdeteksi hujan di lokasi kejadian pada sekitar pukul 08.00 WIB. Hujan ringan di wilayah Pandak baru tercatat sekitar pukul 09.00 WIB.

Hasil analisis citra radar memang menunjukkan adanya awan hujan di sejumlah wilayah sekitar Bantul. Namun, posisi awan tersebut berada di kawasan barat laut, sekitar Pajangan, serta wilayah utara, yakni Panggungharjo, Sewon, bukan tepat di lokasi rumah yang tertimpa bongkahan es.

BMKG juga menemukan adanya potensi gangguan atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) spasial di wilayah Pulau Jawa. Meski demikian, fenomena tersebut belum dapat dipastikan memiliki hubungan langsung dengan jatuhnya bongkahan es di Pandak.

Menurut Heri, diperlukan kajian lebih mendalam dengan dukungan data meteorologi yang lebih terperinci untuk mengetahui asal-usul bongkahan es tersebut.

Masih Menjadi Tanda Tanya

Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya bongkahan es berukuran besar tersebut masih belum diketahui. BMKG masih membutuhkan analisis lanjutan untuk mengungkap fenomena yang terjadi secara lokal di kawasan Pandak, Bantul.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena bongkahan es tersebut mampu merusak bagian atap rumah, sementara tidak ditemukan aktivitas hujan di lokasi saat kejadian berlangsung.(æ/red)