BADUNG, BeritaTKP.com – Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali dikerahkan untuk mencari dua wisatawan yang diduga tertimbun material tanah longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, Senin (2/11/2026).
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, mengatakan sembilan personel tim rescue diberangkatkan dari Pos SAR Jimbaran setelah pihaknya menerima laporan resmi sekitar pukul 06.10 WITA. Perjalanan menuju lokasi kejadian diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam.
“Kami sudah memberangkatkan sembilan personel tim rescue dari Pos Jimbaran menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan resmi pada pukul 06.10 WITA,” ujar Sidakarya di Denpasar.
Bencana longsor tersebut diduga dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan Desa Pelaga dan sekitarnya sejak Minggu malam (1/11/2026). Tebing di sekitar penginapan dilaporkan mendadak runtuh hingga menimbun salah satu unit glamping yang saat itu ditempati dua orang wisatawan.
Berdasarkan keterangan pemilik penginapan, Kadek Suardika, kedua pengunjung diduga masih berada di dalam bangunan ketika material longsor menerjang.
Dari pendataan sementara, Basarnas Bali telah mengidentifikasi satu orang yang diduga menjadi korban, yakni Bangkit Mubarok (30), warga negara Indonesia (WNI). Sementara itu, identitas wisatawan lainnya belum diketahui.
“Sementara baru diketahui satu identitas korban atas nama Bangkit Mubarok, WNI, laki-laki, usia 30 tahun,” jelas Sidakarya.
Sebelum tim Basarnas tiba, upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pengelola penginapan bersama BPBD Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang. Namun, proses tersebut terkendala hujan dengan intensitas tinggi serta akses menuju titik longsor yang sangat curam.
Kondisi tersebut membuat pencarian mandiri dihentikan sementara demi menghindari risiko keselamatan bagi petugas maupun pihak yang terlibat. Pengelola kemudian meminta bantuan Basarnas untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan secara profesional.
Sebelumnya, BMKG Wilayah III Denpasar juga telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Bali, termasuk kawasan Petang, Kabupaten Badung.
Basarnas Bali menegaskan operasi pencarian terhadap kedua wisatawan akan terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi kejadian.
Keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan operasi SAR, mengingat kondisi tanah yang masih berpotensi membahayakan proses evakuasi.(æ/red)




