SUKABUMI, BeritaTKP.com – Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial MZ (24) menjadi korban dugaan penembakan menggunakan senapan angin di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Korban mengalami luka di bagian belakang kepala dan saat ini menjalani penanganan medis di RS R Syamsudin SH.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/10/2026) dini hari, tepatnya di depan Toko Bangunan Roda Mas. Polisi kini menyelidiki kejadian tersebut dan memburu dua orang yang diduga berkaitan dengan insiden itu.
Kasubag Humas Polres Sukabumi Kota, Iptu Ade Ruli Bachtiar, menjelaskan bahwa korban sedang beristirahat setelah mengantar penumpang ketika mendengar suara letusan yang diduga berasal dari senapan angin.
“Korban sedang beristirahat setelah mengantar penumpang saat kejadian. Tiba-tiba ia mendengar letusan mirip senapan angin,” ujar Ade, Senin (26/10/2026).
Korban Merasakan Sakit di Bagian Belakang Kepala
Sebelum kejadian, korban sempat melihat dua orang mencurigakan sedang berada di sekitar lokasi dengan menggunakan sepeda motor jenis bebek.
Tak lama setelah mendengar suara letusan, MZ merasakan sakit di bagian belakang leher. Korban awalnya mengira dirinya terkena lemparan batu. Kondisinya kemudian memburuk hingga penglihatannya sempat buram.
“Korban merasakan seperti terkena lemparan batu di leher belakang. Setelah itu penglihatannya sempat buram dan ia mencari pertolongan,” jelas Ade.
Setelah menyadari bagian belakang lehernya mengeluarkan darah, korban berlari mencari bantuan. Ia kemudian ditolong oleh rekannya sesama pengemudi ojol berinisial K (38) pada Minggu dini hari.
Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saat ini korban sudah berada di RS R Syamsudin SH. Korban mengalami luka tembak dan sedang menunggu tindakan medis operasi,” tambah Ade.
Polisi Periksa Saksi dan Rekaman CCTV
Polres Sukabumi Kota bersama Polsek Cikole telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi dan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Dua orang yang diduga berkaitan dengan kejadian itu masih dalam penyelidikan.
“Kami sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, dan memeriksa CCTV. Dua terduga pelaku saat ini masih dalam penyelidikan,” terang Ade.
Hingga Senin (26/10/2026), polisi masih mendalami kronologi kejadian serta berupaya mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penembakan tersebut.(æ/red)





