SURABAYA, BERITA TKP – Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur yang beralamat di jln. Ahmad Yani No.152b Gayungan, Surabaya, kembali disorot. Bukan soal program kelautan dan perikanan, melainkan soal pembinaan internal pegawai yang diduga amburadul.
Kadis DKP Jatim, Mohammad Isa Ansori, diduga memilih bungkam dan tutup mata atas dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oknum pegawainya. Hingga berita ini diturunkan, Mohammad Isa Ansori sulit ditemui awak media BERITA TKP yang hendak melakukan konfirmasi resmi.
Ada apa dengan DKP?
ASMARA TERLARANG DIDUGA TETAP MESRA
Sumber internal menyebut, hubungan terlarang oknum pegawai DKP yang sempat viral itu hingga kini masih berjalan mesra tanpa ada tindakan tegas.
Publik pun bertanya-tanya: Apakah semua ini ada perlindungan dari atasan? Apakah ada rekan kerja yang saling menutupi kebusukan dan kebobrokan dinas kelautan dan perikanan (DKP)?
BERITA TKP masih terus mendalami dugaan tersebut dan membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak DKP.
TEROR REDAKSI? DUA PRIA MISTERIUS DATANGI KANTOR BERITA TKP
Puncak kejanggalan terjadi beberapa hari setelah pemberitaan perselingkuhan oknum pegawai DKP naik.
Kantor Redaksi BERITA TKP didatangi dua orang laki-laki yang menanyakan soal pemberitaan tersebut.
Awalnya mengaku sebagai pihak keluarga perempuan. Salah satunya berkata, “saya suami dari si perempuan yang diajak check in sama Arianto,” ujar pria berkacamata tersebut.
Namun kejanggalan muncul. Setelah ditelusuri redaksi, dua pria tersebut diduga kuat bukan keluarga, melainkan ASN di lingkup UPT lab DKP bernama IMAM dan cleaning DKP bernama KRIS diduga mereka berdua adalah orang suruhannya Arianto.
Jika benar, ini patut diduga sebagai upaya intervensi dan intimidasi terhadap kebebasan pers!
KADIS DKP PERNAH DISOROT KASUS HIBAH
Publik juga masih ingat, nama Kadis DKP Mohammad Isa Ansori pernah terseret dalam pusaran pemberitaan dugaan korupsi dana hibah yang hingga kini prosesnya dipertanyakan publik.
Apakah bobroknya pembinaan internal DKP ini ada kaitannya dengan lemahnya pengawasan pimpinan?
Hingga kini, BERITA TKP masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada Mohammad Isa Ansori. BERITA TKP DESAK WALIKOTA EVALUASI TOTAL DKP SURABAYA! (Tim)





