‎SURABAYA, BERITA TKP – Skandal dugaan pungutan liar (pungli) di tubuh Samsat Surabaya Timur akhirnya meledak. Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamatan Asset Negara RI (LSM TOPAN-RI) dan media resmi menggebrak Ditlantas Polda Jatim, Kamis (15/10/2026).
‎
‎Bukan kaleng-kaleng, LSM TOPAN-RI melaporkan dugaan praktik mafia percaloan yang dilindungi oknum petugas Samsat Surabaya Timur di Jl. Manyar.
‎
‎Perwakilan LSM TOPAN-RI, Edy Tri Bagus Sunoto, membongkar hasil investigasi timnya yang bikin geleng kepala.
‎
‎Seorang calo bermasalah yang jelas-jelas pernah membawa kabur uang pengurusan STNK milik masyarakat, bukannya di-blacklist, justru bisa kembali bekerja bebas di Samsat.
‎
‎”Kami dapat keterangan dari sejumlah calo. Calo bermasalah yang pernah merugikan rakyat itu bisa kembali bekerja setelah setorkan Rp 10 juta ke oknum petugas bernama Wawan, beber Edy dengan nada geram.
‎
‎*CEK FISIK SILUMAN: MOBIL TAK HADIR, ASAL BAYAR*
‎
‎Lebih parah lagi, praktik pungli diduga terjadi terang-terangan di lokasi cek fisik.
‎
‎”Ini sudah jadi rahasia umum. Mobil yang tidak bisa hadir saat cek fisik, tinggal bayar. Mobil biasa Rp 100 ribu. Kalau mobil Bill Up atau ganti mesin, tarifnya Rp 500 ribu ke oknum bernama *Pandu*. Ini pemerasan!” tegas Edy.
‎
‎
‎Saat dikonfrontir tim LSM dan media di Kantor Samsat, oknum *Wawan* mengelak.
‎
‎”Tidak pernah terima uang dan tidak memperkerjakan calo,” kilahnya.
‎
‎Namun ia tak membantah ada calo bermasalah yang membawa kabur uang rakyat. Ia hanya berdalih kasus sudah dimediasi dan uang sudah dikembalikan.
‎
‎Pertanyaannya: Kenapa calo bermasalah yang sudah merugikan masyarakat masih bisa berkeliaran dan bekerja di dalam Samsat? Siapa yang melindungi?
‎
‎LSM TOPAN-RI dan media mendesak Dirlantas Polda Jatim tidak tutup mata. Jangan sampai institusi pelayanan publik berubah jadi sarang pungli.
‎
‎”Kami tantang Dirlantas Polda Jatim bentuk tim investigasi dan sikat habis oknum-oknum yang merusak citra Polri. Ini perintah langsung Presiden tentang Saber Pungli! Jangan biarkan rakyat kecil terus diperas!” pungkas Edy.
‎
‎Hingga berita ini naik cetak, Dirlantas Polda Jatim dan Kepala Samsat Surabaya Timur bungkam.
‎
‎*BERITA TKP akan terus mengawal kasus ini. Jika terbukti, kami minta Kapolda Jatim copot oknum yang terlibat!. (Heri)