CIREBON, BeritaTKP.com – Sebanyak 108 siswa di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan setelah menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa tersebut telah dibawa ke sejumlah rumah sakit di Cirebon untuk mendapatkan penanganan medis.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mengonfirmasi telah menerima laporan awal mengenai kejadian tersebut. Kepala Dinkes Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan informasi terakhir yang diterimanya pada Selasa (20/10/2026) malam menyebutkan jumlah siswa yang terdampak mencapai 108 orang.
“Terakhir tadi malam 108 orang,” kata Vini saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026).
Sebanyak 108 Siswa Dilaporkan Mendapat Perawatan
Vini menjelaskan, pihaknya telah menerima informasi awal mengenai dugaan keracunan yang terjadi di wilayah Kalijaga.
Namun, hingga Rabu (21/10/2026), Dinkes Jawa Barat belum memperoleh pembaruan terbaru dari Dinkes Kota Cirebon mengenai jumlah siswa yang mengalami gejala maupun perkembangan kondisi mereka setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
“Belum ada jumlah resmi yang dikeluarkan oleh Dinkes Kota Cirebon,” ujarnya.
Dengan demikian, angka 108 siswa tersebut masih mengacu pada laporan terakhir yang diterima Dinkes Jawa Barat pada Selasa malam.
Tiga Sekolah Diduga Terdampak
Berdasarkan informasi yang diperoleh, distribusi paket MBG di wilayah tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga.
Siswa yang dilaporkan mengalami dugaan keracunan berasal dari tiga lembaga pendidikan, yakni:
- SDN Kalijaga Permai.
- SDN Taman Kalijaga Permai.
- TK Teratai.
Meski laporan kejadian telah diterima, penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Operasional SPPG Kalijaga Disuspend
Sebagai tindak lanjut atas dugaan insiden tersebut, operasional SPPG Kalijaga dilaporkan telah disuspend atau dihentikan sementara.
Langkah ini dilakukan setelah muncul laporan dugaan keracunan yang melibatkan penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut.
Sementara itu, perkembangan kondisi para siswa dan jumlah terbaru korban masih menunggu pembaruan resmi dari Dinkes Kota Cirebon.
Penyebab kejadian juga belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia. Karena itu, dugaan keracunan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.(æ/red)





