BLITAR, BeritaTKP.com – Polisi mengungkap identitas perempuan yang diduga meletakkan bayi perempuan di depan rumah warga di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Perempuan berinisial APH (21) tersebut diketahui merupakan ibu dari bayi sekaligus anak kandung pelapor penemuan bayi itu.

APH diduga sengaja meletakkan bayinya di depan pagar rumah agar keberadaannya diketahui oleh sang ibu. Ia berharap orang tuanya bersedia merawat bayi tersebut.

Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, membenarkan bahwa APH merupakan terduga pelaku dalam kasus tersebut. Sebelumnya, APH sempat berstatus sebagai saksi saat bayi itu ditemukan.

“Benar bahwa terduga pelaku pembuang bayi yang sebelumnya ditemukan di depan rumah warga di Desa Ngaglik adalah perempuan berinisial APH (21). Terduga pelaku tidak lain adalah saksi, dan juga anak kandung PN (53), yang melapor temuan bayi itu,” kata Samsul, Sabtu (17/10/2026).

Keluarga Disebut Tidak Mengetahui Kehamilan APH

Menurut keterangan polisi, keluarga APH sebelumnya tidak mengetahui bahwa perempuan tersebut sedang hamil. APH diketahui masih berstatus lajang dan merupakan seorang mahasiswi.

Samsul menjelaskan, APH mengaku sengaja meletakkan bayinya di depan pagar rumah agar terdengar oleh ibunya. Ia berharap keluarganya mengetahui keberadaan bayi tersebut dan bersedia merawatnya.

“Awalnya keluarga APH ini tidak mengetahui bahwa APH sedang hamil karena statusnya yang masih bujang, dan seorang mahasiswa. Sementara itu, APH sengaja meletakkan bayi itu di depan pagar rumahnya agar didengar oleh ibunya,” ujarnya.

Meski demikian, polisi belum menyampaikan secara terperinci kondisi yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

APH Masih Dirawat di RSUD Srengat

Saat ini, APH masih menjalani perawatan setelah melahirkan di RSUD Srengat. Polisi menyatakan masih menunggu kondisi perempuan tersebut membaik sebelum melakukan pendalaman lebih lanjut.

Sejumlah barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Barang-barang tersebut meliputi gunting berwarna hijau, celana pendek biru, kaus hitam, dan handuk merah.

AKP Samsul Anwar mengatakan motif maupun alasan APH meletakkan bayinya di depan rumah masih didalami oleh penyidik.

“Untuk motif atau alasan membuang bayi itu masih belum diketahui, kami menunggu kondisi APH ini membaik dulu karena masih dalam perawatan. Termasuk bagaimana dan di mana melahirkan itu, akan kami sampaikan lebih lanjut,” jelasnya.

Polisi Masih Dalami Kronologi Kejadian

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk proses persalinan dan alasan APH meletakkan bayinya di depan rumah.

Keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan kasus akan disampaikan setelah penyidik memperoleh informasi tambahan.

Sementara itu, penanganan terhadap APH masih menunggu kondisi kesehatannya membaik agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih lanjut.(æ/red)