SUKABUMI, BeritaTKP.com — Keributan terjadi di atas kapal nelayan KM Cahaya Mutiara yang tengah beroperasi di perairan Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Insiden yang melibatkan sesama anak buah kapal (ABK) tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada 30 September 2026, ketika kapal penangkap ikan cakalang jenis purse seine sedang melaut. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan Polres Sukabumi.
Keributan Diduga Melibatkan ABK dan Kepala Kamar Mesin
Pengurus paguyuban kapal nelayan, Ujang Suparman, mengatakan berdasarkan informasi awal, keributan melibatkan sejumlah awak kapal, termasuk ABK, kepala kamar mesin (KKM), dan wakilnya.
Menurut laporan awal yang diterima dari nakhoda kapal, pertikaian tersebut diduga dipicu persoalan ketersinggungan akibat sikap salah satu pihak yang dinilai arogan.
Meski demikian, penyebab pasti keributan yang berujung maut tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
Tim Gabungan Polres Sukabumi Bergerak ke Kapal
Setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut, tim gabungan Polres Sukabumi bergerak menuju lokasi KM Cahaya Mutiara.
Tim dipimpin Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana bersama Kasat Polair AKP Dadi dan sejumlah personel. Tim Dokpol serta Inafis Polres Sukabumi juga dilibatkan dalam penanganan perkara.
Petugas berangkat dari Dermaga 2 PPNP Palabuhanratu menuju lokasi kapal yang berada di tengah Teluk Palabuhanratu.
Setibanya di lokasi, petugas menggunakan perahu kecil untuk mendekati kapal. Perahu polisi kemudian merapat ke lambung KM Cahaya Mutiara dengan bantuan tali tambat yang dilemparkan oleh awak kapal.
Polisi Dalami Penyebab Keributan
Pihak kepolisian masih melakukan penanganan untuk mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab pertikaian yang menyebabkan dua orang meninggal dunia tersebut.
Informasi awal mengenai dugaan pemicu keributan masih perlu didalami melalui proses penyelidikan. Identitas lengkap korban serta perkembangan penanganan perkara belum dirinci dalam informasi yang tersedia.
Polisi diharapkan dapat mengungkap rangkaian kejadian dan memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab berdasarkan hasil penyelidikan.(æ/red)





