TASIKMALAYA, BeritaTKP.com – Seorang remaja perempuan berinisial DL (16), warga Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang selama sembilan hari, akhirnya ditemukan di sebuah apartemen di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten.
Setelah ditemukan, kepolisian kini memprioritaskan pemulihan kondisi korban. Polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan penculikan maupun latar belakang keberadaan remaja tersebut di apartemen.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul, mengatakan pihaknya masih berfokus pada kondisi korban sebelum mendalami informasi lebih lanjut.
“Kita masih fokus pemulihan kepada korban,” kata Heru, Selasa (13/10/2026).
Berpamitan Membeli Makanan, Korban Tak Kembali
Berdasarkan keterangan kepolisian, DL dilaporkan hilang pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebelum dinyatakan hilang, korban berada di tempat kosnya di Kampung Simpang RT 08 RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong. Saat itu, korban berpamitan untuk membeli makanan, tetapi kemudian tidak kembali.
Keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Bantarkalong.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul, menyebut korban diduga meninggalkan tempat kos tanpa memberi tahu orang tuanya.
Ditemukan di Apartemen Kawasan PIK 2
Setelah dilakukan pencarian, anggota kepolisian akhirnya menemukan DL di sebuah apartemen di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten.
Heru membenarkan penemuan tersebut dan menyampaikan bahwa korban saat ini masih membutuhkan pemulihan. Korban juga dilaporkan belum mampu memberikan keterangan secara maksimal kepada petugas.
Karena kondisi tersebut, polisi belum mengungkap secara terperinci bagaimana korban bisa berada di apartemen itu maupun apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Polisi Belum Simpulkan Dugaan Penculikan
Penemuan DL memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya dugaan penculikan. Namun, hingga Selasa (13/10/2026), kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai dugaan tersebut.
Petugas masih memprioritaskan pemulihan korban agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik. Keterangan lebih lanjut mengenai kronologi keberadaan korban dan kemungkinan keterlibatan pihak lain masih menunggu perkembangan pemeriksaan.
Kasus ini menjadi perhatian karena korban merupakan anak berusia 16 tahun. Identitas lengkap dan informasi pribadi yang dapat mengungkap jati dirinya perlu tetap dilindungi selama proses penanganan berlangsung.(æ/red)





