Nganjuk, BeritaTKP Com – Seni budaya Wayang Kulit merupakan kesenian tradiaional yang merakyat dan digemari oleh masyarakat kita sampai masa belakangan ini sehingga tetap menjadi kebanggaan yang masih banyak dipakai untuk prosesi Sedekah Bumi, Nyadran atau Bersih Dusun / Desa .
Pada Rabu, 23 September 2026 malam Wayang Kulit dari Sanggar Seni Astabrata Nganjuk dengan pagelaran Ki Dalang R.M. Akbar Syahalam. S.Sn dari bumi Nganjuk kota dilengkapi 6 Sinden, 1 Wiraswara ( pria ) serta bintang tamu / Pelawak Cak Komet dan Cak Slendro tampil di Dusun Kandeg, Desa Waung, Kec. Baron, Kab. Nganjuk membawakan lakon ” Parikesit Winisudha ” dalam rangka acara Nyadran .
Gelar Ringgit Purwo di Dusun Kandeg ini merupakan sebuah tontonan yang jarang terjadi ada maka sebagai bukti bahwa wayang adalah sangat digemari masyarakat dengan banyaknya peminat yang menontonnya .
Ki Dalang cukup menarik, para Waranggono berswara baik, para Pelawak cukup lucu serta para Yogo/ Pengrawit membawakan gamelan dan gendhing gendhing mampu menghibur masyarakat sehingga membuat tidak jenuh melihatnya dalam suasana tentram dan aman .
Di ucap oleh Ki Akbar bahwa ” Nguri uri budoyo, nglestarekake warisan leluhur ” ( memelihara / merawat budaya adalah melestarikan warisan leluhur ) . Disini memang benar apa kata tersebut karena budaya adalah merupakan nilai kepribadian bangsa yang adi luhung ” kata publik ” .
Terlihat Kades Waung Dony Rudianto, Babinkamtib Aipda Gatot Setyawan dari Polsek Baron, Babinsa Waung Serka Masngut dari Koramil 0810 Baron berserta masyarakat duduk melihat dan memperhatikan peperangan lakon wayang disebelah baratnya lokasi pagelaran . ( tut )





