MOJOKERTO, BeritaTKP.com – Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu PT Esa Kalen Jaya di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Peristiwa tersebut terjadi saat ratusan karyawan masih bekerja sehingga membuat sekitar 270 pekerja berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Kebakaran terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Api pertama kali muncul dari gudang bahan baku sepatu di lantai dua.
Karyawan bagian produksi, Ari Purnomo (30), mengatakan saat kejadian seluruh karyawan sedang menjalankan aktivitas masing-masing, baik di gudang bahan baku, area produksi, maupun bagian sablon.
“Posisi karyawan kerja semua 270 orang, kebanyakan perempuan, yang laki-laki sekitar 90 orang. Karyawan keluar semua, sebagian yang laki-laki membantu pemadaman,” ujarnya.
Api dengan cepat membesar karena gudang tersebut dipenuhi berbagai bahan baku sepatu yang mudah terbakar. Bangunan gudang yang terbakar memiliki ukuran sekitar 18 x 300 meter persegi dengan dua lantai.
Selain gudang bahan baku, api juga merambat ke gedung produksi yang berada di sebelahnya. Gedung tersebut juga memiliki dua lantai dengan ukuran yang sama dan berisi mesin produksi serta sepatu siap jual.
Sementara itu, gedung sablon yang berada di sisi kiri gudang bahan baku berhasil diselamatkan setelah para karyawan berusaha mengamankan peralatan dan bahan produksi sebelum api menjalar.
Buruh harian PT Esa Kalen Jaya, Muhammad Unying (25), mengatakan para pekerja langsung panik saat melihat api membesar.
“Tadi karyawan masih kerja semua. Karena api sudah besar, karyawan mayoritas keluar semua. Aman, tidak ada yang terluka,” katanya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, petugas mengerahkan sedikitnya 6 truk pemadam kebakaran, 1 mobil baracuda polisi, serta 6 truk tangki air.
Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, api masih belum sepenuhnya padam karena bagian belakang gudang bahan baku masih terbakar. Petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.
Berdasarkan keterangan pekerja, api diduga mulai membesar setelah muncul di area gudang bahan baku. Upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) tidak berhasil karena material yang terbakar berupa bahan spons yang mudah menyala.(æ/red)





