BENGKULU, BeritaTKP – Penemuan jenazah laki-laki di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, menjadi bagian dari proses pencarian terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Polda Banten kini menunggu hasil identifikasi dari Polda Bengkulu untuk memastikan apakah jenazah tersebut memiliki keterkaitan dengan delapan orang yang masih dalam pencarian.
Proses pencocokan DNA dilakukan setelah pihak kepolisian menerima data antemortem dari keluarga para korban yang hilang kontak.
DNA Keluarga Jadi Pembanding Identitas Jenazah
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea mengatakan, pemeriksaan terhadap jenazah telah dilakukan.
Sampel DNA dari keluarga delapan orang yang hilang kontak telah dikumpulkan untuk kemudian dibandingkan dengan hasil pemeriksaan jenazah yang ditemukan di Enggano.
“Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak,” ujar Maruli.
Polisi masih menunggu hasil resmi pemeriksaan sebelum memberikan kepastian mengenai identitas jenazah tersebut.
Ciri-Ciri Jenazah yang Ditemukan
Berdasarkan pemeriksaan awal, jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki.
Korban diperkirakan berusia di atas 50 tahun dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter.
Polisi menyebut kondisi wajah jenazah mengalami kerusakan sehingga proses identifikasi secara visual menjadi lebih sulit.
Karena itu, pemeriksaan DNA menjadi metode utama untuk memastikan identitas korban.
Temuan Life Jacket Tidak Berkaitan dengan Kapal Hilang
Selain pemeriksaan jenazah, polisi juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah benda yang ditemukan selama proses pencarian.
Tiga jaket pelampung yang ditemukan di sekitar perairan Selat Sunda dipastikan bukan berasal dari kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Kepastian tersebut diperoleh setelah polisi melakukan konfirmasi kepada pemilik kapal.
“Dipastikan objek yang ditemukan tidak berkaitan dengan teman-teman dari kapal speedboat Arupadhatu 1,” jelas Maruli.
Polisi Masih Menunggu Hasil Identifikasi
Hingga saat ini, kepolisian belum memastikan apakah jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano merupakan salah satu korban dari rombongan yang hilang kontak.
Polda Banten bersama Polda Bengkulu masih melakukan koordinasi untuk menyelesaikan proses identifikasi.
Hasil pencocokan DNA nantinya akan menjadi dasar utama dalam mengungkap identitas jenazah tersebut.(æ/red)