BEKASI, BeritaTKP – Keributan melibatkan sejumlah pekerja tenant di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bekasi, Jawa Barat, viral di media sosial. Perselisihan tersebut berujung aksi saling pukul dan membuat suasana di area food court menjadi ramai.

Polisi mengungkap keributan terjadi antara pekerja booth minuman dan karyawan tenant makanan di Summarecon Mall Bekasi (SMB) pada Senin (7/9/2026) malam.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan persoalan bermula dari masalah antarpekerja yang kemudian berkembang menjadi cekcok dan keributan.

Bermula dari Persoalan SPG dan Karyawan Tenant

Kapolsek Bekasi Utara AKP Tono Listianto menjelaskan, salah satu pemicu keributan diduga berkaitan dengan seorang SPG berinisial AS yang merasa tidak nyaman setelah disebut beberapa kali digoda oleh karyawan tenant kentang goreng berinisial AM.

Berdasarkan pemeriksaan awal, AS mengaku tindakan tersebut telah terjadi beberapa kali sejak 2025.

AS juga menyampaikan kepada polisi bahwa dirinya pernah mendapati AM mengarahkan telepon seluler ke arahnya dan diduga mengambil gambar tanpa izin.

Merasa terganggu, AS kemudian menghubungi atasannya berinisial F. Persoalan sempat dibicarakan antara kedua pihak dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, masalah tersebut kembali memanas pada Senin malam ketika para pekerja hendak menyelesaikan aktivitas kerja.

Keributan Melibatkan Sejumlah Pekerja

Sekitar pukul 22.20 WIB, terjadi cekcok antara rekan kerja AS dengan pekerja tenant makanan. Perselisihan kemudian berkembang menjadi keributan fisik.

Video kejadian tersebut kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah orang terlibat keributan hingga menarik perhatian pengunjung mal.

Polisi yang menerima informasi terkait kejadian tersebut kemudian mendatangi lokasi untuk mengendalikan situasi.

Berakhir dengan Mediasi dan Kesepakatan Damai

Pihak manajemen Summarecon Mall Bekasi kemudian memfasilitasi pertemuan antara pihak-pihak yang terlibat.

Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak melanjutkan perkara tersebut ke kepolisian.

Proses mediasi berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah itu, kondisi di lokasi dilaporkan kembali aman dan kondusif.

Polisi memastikan penanganan kejadian dilakukan untuk menjaga situasi tetap terkendali serta mencegah persoalan antarpekerja tersebut berkembang lebih jauh.(æ/red)