BANYUWANGI, BeritaTKP — Kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, membuat jalur pendakian menuju Kawah Ijen ditutup sementara. Penutupan dilakukan setelah api merembet hingga mendekati kawasan Pondok Bunder yang berada di jalur pendakian.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga keselamatan wisatawan dan masyarakat sekitar karena kondisi kebakaran masih dalam penanganan petugas gabungan.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Murniawan mengatakan jalur pendakian ditutup hingga kondisi kawasan dinyatakan aman dan api berhasil dipadamkan.
“Hari ini memang jadwalnya tutup karena ada kegiatan Rijig-rijig Kawah Ijen. Kemudian karena ada kebakaran, kita tutup mulai hari ini jalur pendakian sampai waktu yang tidak ditentukan, menunggu api padam,” ujar Nur Patria.
Kebakaran pertama kali terdeteksi di kawasan hutan dan perkebunan Pasewaran, Kecamatan Kalipuro, pada Rabu (2/9/2026). Petugas kemudian melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke area lain.
Pada Kamis dini hari, tim gabungan mulai melakukan penyemprotan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen sekitar pukul 02.00 WIB. Pemantauan juga dilakukan di wilayah hutan Desa Tamansari.
Kondisi kebakaran kemudian semakin meluas hingga memasuki kawasan TWA Ijen, tepatnya di sekitar Pondok Bunder.
“Api saat ini semakin membesar dan sudah masuk kawasan TWA Ijen, tepatnya di sekitar Pondok Bunder. Kami bersama tim juga teman-teman pecinta alam, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar langsung melakukan upaya pemadaman,” kata Patria.
Pemadaman Terkendala Medan Berat
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena karakteristik kawasan Ijen yang memiliki medan terjal.
Tebing dan jurang curam membuat kendaraan pemadam sulit menjangkau beberapa titik api. Untuk mendukung pemadaman, petugas menyiapkan sekitar 15 unit jet pump dengan kemampuan semprotan hingga 15 meter.
Selain penanganan melalui jalur darat, BPBD Banyuwangi juga berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur untuk membahas kemungkinan penggunaan jalur udara dalam proses pemadaman.
Pos pemantauan kebakaran juga telah disiapkan di kawasan Paltuding. Pos tersebut dilengkapi kendaraan operasional, mobil pemadam kebakaran, serta personel yang berjaga.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebelumnya meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait membantu proses penanganan kebakaran.
“Demi keselamatan, pendakian ke Kawah Ijen ditutup sementara. Saya minta seluruh OPD terkait untuk backup penanganan pemadaman kebakaran,” ujar Ipuk.
Wisatawan Diminta Tidak Memaksakan Masuk
BBKSDA Jawa Timur mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak memasuki kawasan Kawah Ijen selama jalur pendakian masih ditutup.
Menurut Patria, kondisi angin yang cukup kencang di kawasan tersebut berpotensi mempercepat penyebaran api sehingga faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama wisatawan, untuk bersabar dan selalu mengikuti informasi terbaru dari petugas,” katanya.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman dan pemantauan untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas di kawasan Pegunungan Ijen.(æ/red)