LAMPUNG TIMUR, BeritaTKP – Video transaksi jual beli sepeda motor secara cash on delivery (COD) di Taman Bogo, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, mendadak viral di media sosial.
Bukan karena harga motornya, melainkan cara pembayaran yang membuat warganet heboh. Dalam video tersebut, seorang pria yang disebut sebagai calon pembeli justru menyerahkan seikat lumut kepada penjual, bukan uang seperti transaksi kendaraan pada umumnya.
Peristiwa itu terjadi saat penjual Yamaha Aerox mendatangi rumah calon pembeli setelah keduanya berkomunikasi melalui media sosial dan menyepakati transaksi secara COD.
Datang Bawa Motor, Pulang Tanpa Uang?
Awalnya, proses jual beli berlangsung normal. Penjual menawarkan Yamaha Aerox melalui media sosial hingga kemudian dihubungi seorang pria melalui sambungan telepon.
Setelah membahas kondisi dan harga sepeda motor, keduanya sepakat bertemu secara langsung.
Penjual kemudian membawa Yamaha Aerox ke kawasan Taman Bogo, Purbolinggo. Sesampainya di lokasi, motor diperiksa dan keduanya sempat berbincang.
Namun, situasi berubah ketika pembayaran akan dilakukan.
Alih-alih mengeluarkan uang, pria tersebut justru memberikan seikat lumut kepada penjual. Momen tak biasa itu direkam dan kemudian menyebar luas di media sosial.
Video tersebut bahkan diberi keterangan bernada humor dalam bahasa Jawa, termasuk kalimat “Resiko COD-an ketemu wong setengah rolas” dan “Panggah ngeyel bayare kanggo lumut.”
Polisi Sudah Identifikasi Orang dalam Video
Kasatreskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhammad Iksir mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait transaksi unik yang viral tersebut.
Meski begitu, polisi telah melakukan identifikasi terhadap orang-orang yang terlihat dalam video.
“Belum ada laporan terkait video viral tersebut. Namun dari Satreskrim sudah mengidentifikasi identitas yang ada dalam video tersebut,” kata Iksir, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, pria yang terlihat dalam video diketahui merupakan warga Taman Bogo, Kecamatan Purbolinggo.
Polisi juga menerima informasi bahwa pria tersebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan kondisinya terkadang kambuh.
Namun, informasi tersebut merupakan keterangan yang diterima kepolisian. Kondisi medis seseorang tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial.
Tak Ada Laporan, Situasi Tetap Kondusif
Hingga video tersebut ramai diperbincangkan, tidak ada laporan resmi yang masuk ke Polres Lampung Timur terkait dugaan tindak pidana dalam transaksi tersebut.
Situasi di lokasi kejadian juga dilaporkan tetap aman dan kondusif.
Polisi telah mengetahui identitas pihak-pihak yang muncul dalam video sebagai bagian dari langkah pemantauan terhadap peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut.(æ/red)





