SULAWESI SELATAN, BeritaTKP – Dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam jaringan penipuan siber atau passobis mencuat setelah seorang mantan pelaku mengaku pernah memberikan uang setoran kepada anggota Polri.
Dugaan tersebut kini tengah ditelusuri oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulawesi Selatan. Polisi juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk membongkar jaringan penipuan siber yang disebut beroperasi di sejumlah wilayah.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, dugaan keterlibatan anggota kepolisian tersebut muncul setelah tim Polda Jawa Barat menangkap sejumlah pelaku sindikat penipuan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
“Untuk tindak lanjut pembongkaran jaringan pelaku, Polda Sulsel bersama Polda Jabar terus berkoordinasi. Mengingat penangkapan awal sudah terbuka,” ujar Didik di Makassar, Kamis (27/8/2026).
Istilah passobis di Sulawesi Selatan merujuk pada modus penipuan yang dilakukan secara daring melalui telepon, pesan singkat maupun internet. Pelaku biasanya menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan korban hingga akhirnya menyerahkan sejumlah uang.
Dugaan Setoran kepada Oknum Polisi
Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah sebuah akun media sosial yang mengaku pernah menjadi bagian dari jaringan passobis menyebut dirinya masih diminta memberikan setoran kepada anggota Polri.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Bidpropam Polda Sulsel. Polisi saat ini berupaya menemukan pemilik akun tersebut untuk dimintai keterangan secara resmi.
“Propam sedang mencari pemilik akun tersebut untuk dimintai keterangan resmi. Karena mereka yang menyampaikan pengakuan, maka keterangan mereka sebagai kunci,” kata Didik.
Menurutnya, keterangan dari orang yang mengaku pernah memberikan setoran menjadi penting untuk mengungkap apakah benar terdapat anggota kepolisian yang menerima uang dari aktivitas penipuan tersebut.
Didik menyebut informasi sementara menunjukkan pemilik akun merupakan mantan pelaku passobis dari wilayah Sidrap. Polisi masih melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan.
“Jika nanti memang terbukti ada oknum yang terlibat, tentu akan kami berikan tindakan tegas,” tegasnya.
Polisi Bongkar Jaringan Penipuan Siber
Polda Sulsel bersama Polda Jabar kini terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan passobis secara lebih luas.
Langkah tersebut dilakukan karena dugaan penipuan siber dengan modus passobis telah meresahkan masyarakat. Korban disebut tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan, tetapi juga dari luar daerah.
“Oleh karena itu, kami juga menjalin kerja sama lintas Polda (Sulsel-Jabar) untuk membongkar jaringan ini secara komprehensif,” ujar Didik.
Hingga kini, dugaan keterlibatan oknum polisi tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada kesimpulan bahwa anggota Polri tertentu terbukti menerima uang dari jaringan penipuan siber tersebut.
Polda Sulsel memastikan proses pendalaman akan dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menindak tegas apabila ditemukan adanya anggota yang terbukti terlibat.(æ/red)





