SURABAYA, BeritaTKP – Seorang pria berinisial SA (24), yang diduga hendak mencuri sepeda motor di kawasan Jalan Jagir Wonokromo 136, Surabaya, meninggal dunia setelah sebelumnya diamuk massa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026) siang. SA diketahui warga saat diduga berusaha mengambil sepeda motor milik seorang warga. Namun, aksi tersebut tidak sampai membuat kendaraan berpindah tangan karena sepeda motor masih dalam kondisi terkunci.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo AKP Jodi Satya mengatakan, saat polisi tiba di lokasi, SA sudah dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri. Petugas kemudian mengevakuasinya ke RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.

Motor Gagal Dibawa

Berdasarkan pemeriksaan awal, sepeda motor Honda Beat warna putih-merah tahun 2015 milik korban berinisial J ditemukan di lokasi. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan pada bagian lubang kunci kontak.

SA diduga belum sempat membawa motor tersebut ketika aksinya diketahui warga.

“Pada saat mau diambil motornya, enggak sempat diambil karena masih terkunci motornya,” ujar Jodi.

Setelah diketahui warga, SA kemudian dikejar hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi mengalami luka dan membutuhkan perawatan intensif.

Meninggal Saat Dirawat

SA sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, kondisinya kritis akibat mengalami luka luar dan luka dalam.

SA akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 21.51 WIB.

Jodi membenarkan bahwa SA meninggal ketika masih menjalani perawatan.

“Benar, (terduga pelaku tewas saat perawatan), 21.51 WIB (17/8/2026),” kata Jodi.

Jenazah SA kemudian dibawa oleh pihak keluarga.

Polisi Hentikan Penyelidikan

Setelah SA meninggal dunia, polisi menyatakan penyelidikan dugaan pencurian sepeda motor tersebut dihentikan. Penyidik sebelumnya telah memeriksa tiga orang saksi, termasuk pemilik sepeda motor.

“Kalau saksi sudah, saksi yang melihat, terus yang pemilik motor juga sudah, sudah kami periksa semua,” jelas Jodi.

Polisi juga menyatakan belum melakukan penyelidikan baru terkait dugaan kekerasan yang menyebabkan SA meninggal dunia.

Meski demikian, penghentian penyelidikan tersebut tidak berarti perkara tidak dapat dibuka kembali. Polisi masih memungkinkan melakukan pemeriksaan apabila di kemudian hari ditemukan kebutuhan atau informasi baru.

“Jadi sewaktu-waktu nanti dibutuhkan ya sudah, nanti tinggal dipanggil lagi,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan pencurian motor tersebut tidak sampai membuat kendaraan berhasil dibawa, namun berakhir dengan meninggalnya orang yang diduga sebagai pelaku setelah diamuk massa.(æ/red)