MEDAN, BeritaTKP – Polisi membongkar penyelundupan ratusan pod elektrik yang diduga mengandung narkotika di Kota Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 622 pod diamankan dalam pengungkapan kasus yang diduga berkaitan dengan jaringan penyelundupan dari Malaysia.

Pengungkapan tersebut dilakukan Satresnarkoba Polrestabes Medan di kawasan Jalan Iskandar Muda, Medan, pada Minggu (16/8/2026).

Kasus ini berawal dari informasi mengenai adanya peredaran pod yang diduga mengandung narkotika. Barang tersebut disebut masuk ke Medan dari Malaysia melalui jalur Aceh.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial DF (35), warga Aceh Utara. Saat diamankan, DF tengah mengendarai sepeda motor sambil membawa ratusan pod yang diduga akan diedarkan.

Disamarkan seperti Bungkus Permen

Untuk mengelabui petugas, ratusan pod tersebut dikemas menyerupai bungkus permen beraksara China. Barang itu kemudian disembunyikan di dalam tas belanja dari sebuah restoran cepat saji.

Polisi menduga pelaku menggunakan cara tersebut untuk membuat barang yang dibawa terlihat seperti barang konsumsi biasa.

Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan pengungkapan tersebut menjadi salah satu keberhasilan polisi dalam memberantas peredaran narkotika.

“Ini merupakan kado kemerdekaan Republik Indonesia, karena dengan diamankannya 622 pcs pod getar ini, lebih dari 2.000 jiwa terselamatkan,” ujar Rafli di Medan, Selasa (18/8/2026).

Menurut polisi, apabila seluruh barang tersebut berhasil diedarkan, nilai ekonominya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Gunakan Sistem Tempel

Dalam menjalankan aksinya, jaringan tersebut diduga menggunakan sistem transaksi putus atau sistem tempel.

Dengan modus tersebut, penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung. Barang terlebih dahulu ditempatkan di lokasi tertentu untuk kemudian diambil oleh pihak lain.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, DF diduga menerima barang tersebut setelah pasokan masuk dari Malaysia melalui Aceh. Selanjutnya, pod tersebut rencananya akan diserahkan kepada pihak lain untuk diedarkan di wilayah Kota Medan.

Polisi kini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut.

Polisi juga mendalami keterkaitan kasus ini dengan jaringan narkotika lintas negara.(æ/red)