Seorang pelajar SMP di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, diduga menjadi korban perundungan dan penganiayaan oleh teman sekelasnya.

LAMPUNG SELATAN, BeritaTKP – Seorang pelajar SMP di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan oleh teman sekelasnya. Akibat kejadian tersebut, korban berinisial R mengalami patah tulang pada bahu kiri hingga harus menjalani operasi pemasangan pen.

Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Ibu korban, RA, mengatakan kejadian bermula ketika anaknya hendak mengembalikan kamus bahasa Inggris ke perpustakaan setelah mengikuti pelajaran.

Saat berjalan kembali menuju kelas, korban diduga diterjang dari belakang oleh teman sekelasnya berinisial S.

“Dia lari menerjang anak saya, anak saya jatuh,” ujar RA saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).

Menurut RA, ketika korban berusaha bangkit, terduga pelaku diduga kembali menekan tubuh korban hingga bagian bahu kirinya mengalami cedera.

“Dia mau bangun sudah enggak bisa lagi karena ditekan lagi pakai dengkul. Jadi kena bahu kirinya, patah,” ungkapnya.

Diduga Ada Motif Dendam

RA menyebut korban dan terduga pelaku telah menjadi teman satu kelas sejak kelas 7 hingga kelas 8. Selama ini, ia mengaku tidak mengetahui adanya persoalan di antara keduanya.

Namun, setelah kejadian, RA mendapat informasi dari sejumlah teman korban mengenai dugaan adanya dendam yang dilakukan S terhadap anaknya.

RA juga mengaku masih menyimpan percakapan yang menurutnya berkaitan dengan dugaan tersebut.

Meski demikian, RA mengatakan belum mengetahui secara pasti alasan yang melatarbelakangi dugaan dendam tersebut. Ia juga telah menanyakan hal itu kepada anaknya.

Korban Harus Jalani Operasi

Usai kejadian, pihak sekolah menghubungi keluarga dan meminta korban dijemput. Korban sebelumnya mendapat pertolongan pertama di sekolah.

RA menyayangkan korban tidak langsung dibawa ke rumah sakit setelah mengalami cedera.

Setelah keluarga tiba, korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan dan rontgen menunjukkan adanya patah tulang pada bahu kiri.

Kondisi tersebut membuat korban harus menjalani operasi pemasangan pen.

“Anak saya sudah dioperasi pasang pen, sekarang kondisinya sudah membaik,” kata RA.

Keluarga Minta Pertanggungjawaban

RA mengatakan pihak sekolah telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kelalaian dalam penanganan korban setelah kejadian.

Sementara keluarga terduga pelaku juga disebut telah datang dan meminta maaf.

Meski menerima permintaan maaf tersebut, RA menegaskan pihak keluarga tetap meminta pertanggungjawaban atas kondisi yang dialami anaknya.

Hingga kini, keluarga korban disebut belum melaporkan kasus tersebut ke kepolisian dan memilih meminta pendampingan hukum dari lembaga bantuan hukum.

RA berharap pihak yayasan maupun keluarga terduga pelaku dapat memberikan pertanggungjawaban atas biaya dan dampak yang dialami korban.

“Kalau masalah maaf, saya pribadi sudah maafkan. Tapi proses selanjutnya tetap berjalan. Saya minta keadilan buat anak saya,” tandas RA.(æ/red)