Tangerang, BeritaTKP.com – Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki, secara tegas membantah adanya unsur kesengajaan dalam musibah kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Penyebab Utama: Gas Metan dan Kemarau

Menanggapi spekulasi yang beredar di masyarakat, Brigjen Pol Hengki menyatakan bahwa berdasarkan keterangan dari Kementerian Lingkungan Hidup, kebakaran tersebut dipicu oleh faktor alam, yakni akumulasi gas metan dari tumpukan sampah yang diperparah dengan kondisi cuaca musim kemarau.

“Enggak ada (kesengajaan), itu kata siapa? Ini kan Kementerian Lingkungan Hidup sudah menyatakan, karena adanya gas metan dari bawah dan musim kemarau menyebabkan kebakaran,” tegas Hengki saat meninjau langsung lokasi pemadaman, Selasa (7/7/2026).

Progres dan Strategi Pemadaman

Hingga hari ke-8, proses pemadaman terus diintensifkan karena karakteristik sampah yang menyimpan gas metan dari bawah tumpukan menyebabkan api berpotensi muncul kembali meski titik api sebelumnya sudah dipadamkan.

Beberapa strategi yang dilakukan tim gabungan meliputi:

  • Penyiraman Intensif: Penggunaan helikopter water bombing dari BNPB difokuskan pada sisi barat TPA untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
  • Penyisiran Manual: Petugas dari Manggala Agni melakukan penyisiran bekas kebakaran dengan bantuan alat berat untuk mencari sumber asap atau titik api tersembunyi, yang kemudian langsung disiram oleh unit mobil Damkar.
  • Tindakan Preventif: Petugas melakukan penyiraman pada tumpukan sampah yang belum terbakar sebagai langkah pencegahan agar api tidak merambat lebih luas.

Fokus Mencapai Pemadaman Total

Saat ini, progres pemadaman telah mencapai 80 persen, menyisakan sekitar 15 hingga 20 persen titik api yang masih dalam penanganan ketat. Kapolda menekankan bahwa prioritas utama seluruh personel gabungan saat ini adalah memastikan seluruh api benar-benar padam dan area TPA dalam kondisi pendinginan yang aman agar tidak muncul sumber api baru.(æ/red)