TANGERANG, BeritaTKP.com – Aksi pengepungan massal yang merusak sebuah mobil Fortuner putih di kawasan Puri Beta 2, Ciledug, Kota Tangerang, akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengemudi yang menjadi sasaran amuk warga tersebut bukanlah pelaku tabrak lari biasa, melainkan seorang sindikat narkoba yang tengah melarikan diri dari sergapan aparat.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, meluruskan kesimpangsiuran informasi yang sempat viral di media sosial. Berdasarkan hasil klarifikasi resmi, insiden dramatis pada Jumat malam tersebut bermula dari operasi penggerebekan yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan di wilayah Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Saat petugas meringkus empat tersangka di lokasi awal, salah satu pelaku nekat memacu mobil Fortuner miliknya demi menghindari penangkapan.

Dalam pelariannya yang membabi buta menuju wilayah Tangerang, mobil bernomor polisi B 2432 VBE tersebut sempat menyenggol beberapa pengendara sepeda motor di jalanan. Polisi yang melakukan pengejaran ketat terus membayangi pelaku hingga memasuki kawasan pemukiman padat Puri Beta 2. Situasi semakin memanas ketika warga setempat yang melihat laju mobil ugal-ugalan spontan meneriaki pelaku dengan sebutan “maling”.

“Tersangka terus memacu kendaraannya dan menolak untuk menyerah meskipun telah dikepung. Pelarian baru terhenti secara total setelah mobil tersebut kehilangan kendali dan menghantam trotoar jalan dengan keras,” ujar Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari.

Massa yang tersulut emosi akibat teriakan tersebut langsung mengepung kendaraan yang sudah tidak bisa bergerak. Dalam hitungan menit, ratusan warga bersama para pengemudi ojek online meremukkan kaca jendela dan merusak bodi mobil hingga ringsek. Pengemudi yang terjebak di dalam kabin tidak luput dari pengeroyokan massa hingga mengalami luka-luka serius di sekujur tubuhnya.

Guna mencegah aksi main hakim sendiri yang lebih fatal, jajaran Polsek Ciledug segera mengamankan tempat kejadian perkara. Petugas medis beserta armada ambulans dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi pelaku yang babak belur ke Rumah Sakit Sari Asih agar mendapatkan penanganan darurat. Saat ini, kasus pelarian dan jaringan narkotika ini telah sepenuhnya diserahkan kembali kepada Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut.(æ/red)