GRESIK, BeritaTKP.com — Sebuah video yang memperlihatkan pasangan suami istri mengamuk kepada karyawan gerai es krim Momoyo cabang CitraLand Driyorejo, Gresik, viral di media sosial.
Pasutri tersebut diduga marah karena pesanan es krim yang diterima tidak sesuai ekspektasi. Mereka disebut merasa tampilan es krim tidak sama seperti foto promosi dan tidak terisi penuh.
Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @suroboyo.media. Akun itu menampilkan ulang video dan unggahan dari akun Thread @jjqlien, yang disebut pertama kali membagikan peristiwa tersebut.
“Suami istri marah-marah karena merasa pesanan es krimnya tak sesuai dengan foto, bahkan istri sampai menjambak hijab karyawan kedai es krim tersebut,” tulis akun @suroboyo.media, seperti dilihat pada Senin (18/5/2026).
Dalam video yang beredar, awalnya seorang perempuan tampak berbicara dengan karyawan gerai. Tidak lama kemudian, seorang pria yang diduga suaminya datang. Keduanya lalu terlihat terlibat cekcok dengan karyawan tersebut.
Berdasarkan keterangan akun @jjqlien yang diduga merupakan pemilik gerai Momoyo tersebut, peristiwa itu awalnya diketahui setelah ia menerima telepon dari staf HRD. Ia mendapat laporan bahwa ada pelanggan yang marah-marah di gerai.
Setelah memeriksa rekaman CCTV, pihak gerai menyebut karyawan telah melayani sesuai prosedur operasional standar atau SOP dari pusat Momoyo. Namun, pelanggan perempuan tersebut tetap marah karena merasa pesanan tidak sesuai dengan foto.
“Setelah saya cek CCTV memang karyawan saya sudah sesuai SOP dari pusat Momoyo, tapi ibuknya marah karena gak sesuai seperti foto dan karyawan saya bilang mau diganti produk, tetapi ibuknya tetap marah-marah,” tulis akun tersebut.
Pihak gerai juga menyebut sudah meminta maaf dan menawarkan penggantian produk. Namun, pasutri tersebut diduga tetap marah hingga terjadi tindakan menarik hijab karyawan.
Dalam unggahannya, pihak gerai menegaskan tidak membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap karyawan.
“Untuk es krim takaran dan SOP kita sudah sesuai aturan yang berlaku dari pusat,” tulisnya.
Meski demikian, unggahan Thread tersebut diketahui sudah dihapus. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak pengunggah maupun pengelola gerai terkait kelanjutan peristiwa tersebut.
Belum diketahui pula apakah kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian atau diselesaikan secara internal antara pihak gerai dan pelanggan.(æ/red)





