Percakapan diduga TNI dan ASN soal bagi-bagi komisi proyek KDMP di Kediri/Foto: Tangkapan layar.

KEDIRI, BeritaTKP.com — Media sosial diramaikan dengan beredarnya sebuah video yang diduga memuat percakapan terkait proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Video tersebut menjadi sorotan publik setelah viral di platform X. Rekaman itu diduga menyinggung soal pembagian komisi proyek hingga kualitas pembangunan KDMP.

Video tersebut diunggah oleh akun “Sinyal Keras” pada Jumat (15/5/2026) dan kemudian ramai dibagikan warganet. Dalam rekaman yang beredar, terlihat dua orang tengah berbincang menggunakan bahasa Jawa.

Salah satu pria dalam video tampak mengenakan seragam loreng yang diduga anggota TNI. Sementara seorang perempuan lainnya terlihat mengenakan pakaian dinas sipil yang diduga aparatur sipil negara atau ASN.

Percakapan dalam video itu menyinggung proyek pembangunan puluhan titik KDMP di wilayah Kediri. Narasi yang beredar di media sosial kemudian mengaitkan percakapan tersebut dengan dugaan pembagian komisi proyek.

Dalam video itu, terdengar percakapan yang diduga membahas pembagian uang komisi terkait proyek koperasi desa di Kediri.

“Iki lho bagianmu, komisi kanggo kowe karo komandan Kodimmu mergo wes wenehi aku proyek kopdes nang Kediri,” ujar perempuan dalam video tersebut.

Kalimat itu kurang lebih berarti, “Ini bagianmu, komisi untuk kamu dan Komandan Kodimmu karena sudah memberi saya proyek Kopdes di Kediri.”

Pria yang mengenakan seragam loreng kemudian terdengar mempertanyakan pembagian fee yang dinilai terlalu sedikit. Ia menyebut telah memberikan proyek sebanyak 60 titik kopdes.

Perempuan tersebut lalu menjawab, “Yo wes sak munu sek, engkok sisahe aman,” yang berarti, “Ya sudah segitu dulu saja, nanti sisanya aman.”

Beredarnya video itu memunculkan dugaan adanya praktik tidak transparan dalam pengelolaan proyek KDMP. Sejumlah warganet juga menyoroti kemungkinan adanya pihak tertentu yang mengoordinasikan proyek dan pembagian keuntungan dari pengerjaan pembangunan koperasi desa.

Selain dugaan pembagian komisi, publik turut menyoroti isu kualitas pembangunan yang disebut-sebut tidak sesuai spesifikasi atau standar pekerjaan yang semestinya diterapkan.

Viralnya video tersebut memantik beragam reaksi dari warganet. Banyak pihak mendesak agar dugaan penyimpangan dalam proyek KDMP segera diaudit secara transparan oleh aparat penegak hukum maupun instansi terkait.

“Usut dong siapa itu yang berdialog,” tulis salah satu akun bernama Bahaudin.

Warganet menilai, program KDMP seharusnya menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, program tersebut dinilai tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Sementara itu, Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, membantah isi video viral yang menyebut adanya dugaan jual beli dalam program KDMP di wilayah Kediri.

Dandim menegaskan bahwa informasi yang beredar dalam video tersebut tidak benar atau hoaks.

“Tidak ada praktik jual beli titik KDKMP di wilayah Kediri Raya,” tegas Letkol Inf Dhavid.

Hingga kini, video tersebut masih menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan klarifikasi terbuka dan memastikan pelaksanaan program KDMP berjalan sesuai aturan, transparan, serta bebas dari praktik penyimpangan.(æ/red)