Tanggamus, BeritaTKP.com – Sebuah minibus Suzuki Carry yang mengangkut rombongan warga usai menghadiri acara kondangan terjun ke sungai setelah jembatan gantung ambrol di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (9/2/2026) sore.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB saat kendaraan melintasi jembatan gantung yang tiba-tiba kehilangan keseimbangan.

“Ketika kendaraan berada di atas jembatan, tali penyangga mendadak kendur akibat besi penyangga patah. Kondisi itu membuat jembatan miring ke satu sisi hingga kendaraan terperosok ke sungai,” ujar Rahmad saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa bermula sekitar pukul 17.30 WIB. Minibus Suzuki Carry berwarna biru dengan nomor polisi BE 1058 UU, yang dikemudikan Asadin (48), warga Dusun Jati Agung, Pekon Banjar Agung Ilir, tengah melintas di jembatan gantung sepulang dari acara kondangan di Kecamatan Gisting.

Saat kendaraan berada tepat di atas jembatan, besi penyangga jembatan diduga patah sehingga tali penyangga menjadi kendur. Akibatnya, posisi jembatan miring dan kendaraan kehilangan keseimbangan hingga jatuh ke sungai di bawahnya.

“Di dalam kendaraan terdapat 18 orang, termasuk sopir, yang terdiri dari 15 orang dewasa dan tiga balita,” ungkap Rahmad.

Korban Luka, Dua Dirawat Intensif

Akibat kejadian tersebut, 16 penumpang mengalami luka ringan dan telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara dua penumpang lanjut usia mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis.

Dua korban tersebut yakni Tumiyem (71) yang dirawat di RS Surya Asih Pringsewu karena diduga mengalami patah tulang bahu, serta Sutiyah (60) yang dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung dengan dugaan cedera serupa.

Jembatan Ditutup Sementara

Pasca kejadian, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket), serta memasang penghalang di akses masuk jembatan guna mencegah warga melintas.

“Kami juga berkoordinasi dengan perangkat pekon setempat untuk mengimbau warga agar tidak menggunakan jembatan tersebut sampai dinyatakan aman,” kata Rahmad.

Penanganan lebih lanjut kini dilakukan oleh Unit Laka Lantas Polres Tanggamus untuk menyelidiki kondisi konstruksi jembatan gantung yang diduga sudah tidak mampu menahan beban kendaraan.

Kondisi Jembatan

Diberitakan sebelumnya, peristiwa ini sempat terekam video warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat proses evakuasi para penumpang dari minibus yang terperosok ke sungai dalam posisi miring.

Sejumlah warga tampak berusaha meluruskan posisi kendaraan sebelum mengevakuasi para korban. Jembatan gantung yang menjadi akses penyeberangan warga diketahui sudah tua dengan alas berupa papan kayu. Pasca kejadian, jembatan terlihat miring dan tidak dapat lagi dilalui.(æ/red)