Jakarta, BeritaTKP.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memastikan proses identifikasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, telah selesai dilakukan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyatakan seluruh korban berhasil dikenali dan identitasnya sesuai dengan data manifest penerbangan.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa proses evakuasi di lokasi kejadian telah rampung terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan identifikasi secara menyeluruh oleh tim DVI.
“Seluruh body pack yang dievakuasi telah berhasil diidentifikasi. Meski kondisi korban beragam, seluruh bagian tubuh masih memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan identitas secara ilmiah,” ujar Kapolda saat menyampaikan hasil akhir identifikasi.
Ia menjelaskan, dari total 11 body pack yang dikirim ke pos DVI, 10 di antaranya berhasil diidentifikasi secara utuh. Sementara satu body pack lain yang hanya berisi bagian tulang dipastikan merupakan bagian tubuh dari salah satu korban yang sama.
“Seluruh hasil identifikasi telah dicocokkan dan dinyatakan identik dengan nama-nama yang tercantum dalam manifest penerbangan,” tegasnya.
Kapolda menambahkan, rampungnya proses ini merupakan tahapan penting dalam penanganan pascakecelakaan, yang dilakukan dengan prinsip profesionalitas dan kemanusiaan.
Identifikasi Mengandalkan Sidik Jari dan Forensik
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Biddokkes Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Inafis Polda Sulsel, Pusident Bareskrim Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
“Metode utama yang digunakan adalah sidik jari, diperkuat dengan pemeriksaan properti, odontologi, serta ciri medis korban,” jelas Haris.
Menurutnya, sidik jari merupakan metode identifikasi paling akurat karena setiap manusia memiliki pola yang unik dan tidak pernah sama.
“Meskipun jaringan korban mengalami kerusakan, dengan peralatan dan metode yang kami miliki, pencocokan sidik jari tetap dapat dilakukan,” tambahnya.
Daftar Korban Teridentifikasi
Berdasarkan hasil pencocokan data ante mortem dan post mortem, seluruh korban dinyatakan cocok dengan manifest. Total korban berjumlah 10 orang, terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang.
Kru Pesawat (On Board):
- Andy Dahananto (Pilot), 58 tahun
- Farhan Gunawan (Kopilot), 26 tahun
- Hariadi (Flight Operation Officer), 57 tahun
- Restu Adi (Engineer), 40 tahun
- Dwi Murdiono (Engineer), 40 tahun
- Florencia Lolita (Awak Kabin), 33 tahun
- Esther Aprilita (Awak Kabin), 27 tahun
Penumpang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP):
8. Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas), 41 tahun
9. Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara), 44 tahun
10. Yoga Noval Prakoso (Operator Foto Udara), 31 tahun
Polda Sulsel memastikan seluruh proses identifikasi dilakukan secara ilmiah, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta menjadi dasar untuk penyerahan jenazah kepada pihak keluarga masing-masing.(æ/red)





