Makassar, BeritaTKP.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) resmi menerima black box pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Black box tersebut langsung dibawa ke Jakarta untuk proses pengunduhan dan analisis data.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan, proses analisis data black box diperkirakan memakan waktu 5 hingga 10 hari guna memastikan akurasi dan validitas data.

“Proses analisa data 5 sampai 10 hari, untuk memastikan hasilnya benar atau tidak,” ujar Soerjanto di Kantor Basarnas Kelas 1A Makassar, Kamis (22/1/2026).

Soerjanto menjelaskan, tahapan yang dilakukan meliputi pembukaan black box, pengunduhan data, verifikasi kualitas data, hingga analisis mendalam di kantor KNKT Jakarta.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii berharap analisis black box dapat segera mengungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

“Penemuan black box ini diharapkan dapat mempercepat asesmen dan evaluasi kecelakaan yang tidak kita harapkan ini,” kata Syafii.

Basarnas juga memastikan operasi pencarian dan evakuasi korban masih terus berlanjut. Masa operasi SAR akan dipertimbangkan untuk diperpanjang apabila hingga hari ketujuh masih terdapat korban yang belum ditemukan.(æ/red)