Sampang, BeritaTKP.com — Aksi penggerebekan rumah yang diduga menjadi markas bandar sabu di Desa Rabasan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, viral di media sosial. Penggerebekan yang dilakukan oleh jajaran Polres Sampang itu berlangsung menegangkan lantaran sempat diwarnai adu argumen antara polisi dan warga.
Dalam video yang beredar, tampak seorang petugas kepolisian mengenakan rompi terlibat cekcok dengan sejumlah warga yang dinilai menghalangi proses penggerebekan. Petugas tersebut dengan tegas meminta warga untuk menjauh dari lokasi.
“Silakan mundur kalau tidak ada urusan,” ujar petugas dalam video yang beredar luas di media sosial, Senin (12/1/2026).
Petugas itu bahkan mengeluarkan peringatan keras ketika warga tetap bertahan di sekitar lokasi penggerebekan.
“Saya peringatkan bapak mundur, mundur apa tidak,” tegasnya.
Dipimpin Kasat Reskrim, Wakapolres Turun Langsung
Petugas yang terlihat dalam video tersebut diketahui adalah Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim. Ia menyebut, penggerebekan dilakukan dengan pengamanan ketat dan melibatkan personel lengkap.
“Di samping saya itu Pak Wakapolres yang juga turun langsung,” kata Iptu Fajri saat dikonfirmasi.
Menurut Fajri, ketegangan terjadi karena sejumlah warga berusaha menghambat jalannya proses penindakan terhadap rumah yang diduga kuat menjadi sarang peredaran narkoba.
“Ketegangan itu karena ada warga yang berusaha menghalangi petugas saat penggerebekan berlangsung,” jelasnya.
Ada Pelaku yang Diamankan
Sementara itu, Pelaksana Harian Kasat Narkoba Polres Sampang, Iptu Indarta Hendriansyah, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Ia menyebut operasi melibatkan personel dari berbagai satuan fungsi.
“Iya, benar ada penggerebekan,” ujarnya singkat.
Indarta juga memastikan bahwa ada pelaku yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut. Namun, pihaknya belum mengungkap identitas maupun barang bukti yang disita.
“Ada yang diamankan. Untuk informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui Humas Polres Sampang,” tandasnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan peredaran sabu yang diduga beroperasi di wilayah tersebut.(æ/red)





