
Probolinggo, BeritaTKP.com — Satreskrim Polres Probolinggo Kota masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya AFA (16), seorang pelajar SMA asal Kecamatan Kanigaran, yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya pada Rabu (7/1/2026).
Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Zainal Arifin mengatakan, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Probolinggo serta pihak sekolah korban.
“Sebanyak empat saksi sudah kami periksa, yakni pelapor, dua anggota keluarga korban, serta wali kelas korban,” kata AKP Zainal, Jumat (9/1/2026).
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan bukti yang menguatkan dugaan perundungan (bullying) terhadap korban. Berdasarkan keterangan saksi, AFA dikenal sebagai siswa yang ramah, mudah bergaul, dan aktif dalam kegiatan organisasi sekolah.
Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah korban. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan medis, korban dipastikan meninggal dunia murni akibat bunuh diri,” ujarnya.
Meski demikian, AKP Zainal menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh fakta yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
“Kami masih terus mendalami kasus ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, AFA ditemukan dalam kondisi tergantung di rumahnya sekitar pukul 12.00 WIB oleh kakaknya. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Moh. Saleh Probolinggo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.(æ/red)





