Jakarta, BeritaTKP.com — Aksi tawuran remaja yang berpotensi memicu korban jiwa berhasil digagalkan aparat kepolisian di kawasan Kampung Melayu Kecil, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025) pagi. Dalam operasi tersebut, empat remaja diamankan, sementara senjata tajam jenis celurit disita dari lokasi kejadian.

Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengungkap, penggagalan tawuran terjadi saat petugas melakukan patroli rutin kewilayahan di sejumlah titik rawan konflik sosial di Jakarta.

Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Yully Kurniawan, mengatakan sekelompok remaja terpantau tengah bersiap melakukan bentrokan ketika tim patroli melintas.

“Tim Patroli 3P, Patroli Kota, Patroli Monitoring, Unit K9, dan Polwan menemukan sekelompok pemuda yang sedang melakukan aksi tawuran di Jalan Kampung Melayu Kecil,” ujar Yully kepada wartawan.

Remaja Berusaha Kabur, Celurit Disita

Menyadari kehadiran aparat, para remaja tersebut sempat berusaha melarikan diri. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

“Hasil penyisiran dan pendalaman di tempat kejadian perkara, petugas mengamankan empat pemuda beserta barang bukti senjata tajam jenis celurit,” jelas Yully.

Keempat remaja itu langsung dibawa ke Polsek Tebet untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut. Polisi juga memastikan akan memanggil orang tua para remaja yang terlibat sebagai bagian dari proses pembinaan dan pencegahan lanjutan.

Patroli Diperketat, Cegah Tawuran Berulang

Usai kejadian tersebut, patroli kepolisian dilanjutkan ke wilayah rawan lainnya di Jakarta. Menurut Yully, patroli intensif merupakan bagian dari program “Jaga Jakarta” yang digagas Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

“Patroli ini dilakukan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” tegasnya.

Aksi tawuran remaja masih menjadi ancaman serius di wilayah perkotaan, terutama pada jam-jam rawan. Polisi menegaskan pendekatan penindakan, pencegahan, dan pembinaan keluarga akan terus dilakukan untuk menekan aksi kekerasan jalanan di Jakarta.(æ/red)