Sumba Timur, BeritaTKP.com – Seorang kepala gerai retail modern di Jalan S. Parman, Kelurahan Prailiu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penikaman brutal yang dilakukan oleh pegawai sendiri saat korban tengah tertidur pulas di dalam toko.

Peristiwa kriminal tersebut terjadi pada Senin (8/12/2025) dini hari. Pelaku diketahui bernama Rara Leo Adjie alias Leo (27), karyawan toko yang bekerja sebagai tim IT.

Kapolres Sumba Timur AKBP Dr. Gede Harimbawa mengungkapkan, pelaku masuk ke dalam gerai saat korban sendirian dan sedang beristirahat. Meski toko telah terkunci, pelaku memiliki kunci cadangan yang sebelumnya disimpan secara ilegal.

“Pelaku masuk ke toko pada dini hari saat korban tertidur di dekat brankas,” ujar AKBP Gede Harimbawa, Sabtu (13/12/2025).

Setelah berhasil masuk, pelaku lebih dulu membongkar laci kasir dan mengambil sejumlah uang serta barang dagangan. Namun merasa hasil curiannya belum cukup, pelaku kemudian mendekati brankas yang berada di ruangan tempat korban beristirahat.

Tanpa perlawanan dan dalam kondisi korban tertidur, pelaku langsung menikam dada korban menggunakan senjata tajam.

“Korban ditikam di bagian dada saat sedang tidur di dekat brankas,” jelas Kapolres.

Korban Lari Minta Tolong dengan Pisau Menancap di Dada

Akibat tikaman tersebut, korban terbangun dalam kondisi kesakitan dan langsung berteriak histeris. Meski mengalami luka serius, korban berhasil melarikan diri keluar gerai untuk meminta pertolongan warga, dengan pisau masih menancap di dada.

Aksi korban tersebut mengundang perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas. Warga kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, pelaku yang panik mencoba melarikan diri dari lokasi. Namun upaya kabur tersebut gagal setelah warga mengejar dan menangkapnya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Pelaku selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian dan kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Korban berhasil diselamatkan berkat bantuan cepat warga sekitar,” tambah Kapolres.

Pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam tindak pidana tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat dan pengelola usaha untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap akses kunci dan keamanan internal, guna mencegah kejadian serupa terulang.(æ/red)