Lebak, BeritaTKP.com — Pemerintah Desa Kanekes bersama tokoh adat Badui mengimbau warga Badui, khususnya para pedagang madu, untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas jualan ke wilayah Jakarta. Imbauan ini muncul setelah kasus pembegalan yang menimpa seorang warga Badui Dalam bernama Repan (16) saat berada di Jakarta.
Sekretaris Desa Kanekes, Medi, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk menghindari insiden serupa menimpa warga lainnya.
“Kami meminta pada warga untuk sementara berjualan madu di sekitar wilayah Banten saja,” ujar Medi di Rangkasbitung, Lebak, Sabtu (22/11/2025).
Diminta Berjualan Berkelompok dan Tidak pada Malam Hari
Pemerintah desa dan tokoh adat juga mengingatkan agar warga Badui yang tetap berjualan ke luar daerah datang secara berkelompok, bukan seorang diri, guna meminimalkan risiko kejahatan jalanan.
Selain itu, warga Badui juga disarankan tidak bepergian pada malam hingga dini hari, karena berdasarkan data, tindak kriminal lebih berpeluang terjadi pada jam-jam tersebut.
“Kami berharap kasus yang menimpa Repan tidak terjadi lagi pada warga Badui yang berjualan madu,” tambah Medi.
Kondisi Korban dan Harapan Pada Aparat Penegak Hukum
Repan, korban pembegalan yang terjadi di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/10), kini telah kembali ke Kampung Cikeusik, Badui Dalam.
Pihak adat berharap aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pembegalan tersebut.
“Kami berharap kasus kejahatan ini tidak terulang lagi,” tegas Medi.
Pedagang Badui Akui Adanya Imbauan
Santa (55), salah satu pedagang madu dari Badui, membenarkan bahwa saat ini para warga memang diminta menunda aktivitas berjualan di Jakarta hingga situasi dinilai aman.
Imbauan ini dianggap penting demi menjaga keselamatan para warga Badui yang selama ini menjual madu secara tradisional ke berbagai daerah, termasuk Jakarta.(æ/red)





