Situasi di depan SPPG di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, tertutup rapat saat awak media berkunjung ke lokasi

TUBAN,BeritaTKP.com –  Kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tuban masih terus bergulir. Dua siswi SMKN Palang, Hijrayatun Nasyi’in (15) dan Siti Khairun Nisa (16), kembali dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Koesma Tuban pada Kamis (25/9/2025) setelah sebelumnya sempat dipulangkan. Keduanya mengeluhkan sakit perut dan mual setelah mengonsumsi menu MBG.

– Hijrayatun Nasyi’in dan Siti Khairun Nisa mengalami gejala serupa setelah sebelumnya dinyatakan sehat dan diizinkan pulang.

– Orang tua kedua siswi tersebut mengungkapkan kepanikan dan kekecewaan karena tidak ada komunikasi dari pihak SPPG terkait kondisi anak-anak mereka.

– Ibu Hijrayatun, Khanifah, menyatakan bahwa tidak ada satu pun dari SPPG yang datang ke rumah atau meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia berharap makanan yang diberikan bisa diuji kelayakannya terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa.

– Ibu Siti Khairun Nisa, Juharti, juga mengungkapkan keluhan serupa, putrinya mengalami gejala mual setelah beristirahat di rumah.

– Pihak sekolah, melalui Waka Humas Aris Wisnu Wardhana, enggan berkomentar lebih jauh dan hanya memastikan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh Polres Tuban.

– Kembalinya dua korban ke rumah sakit menambah daftar panjang kontroversi program prioritas Presiden Prabowo ini.

– Kualitas makanan MBG kembali dipertanyakan setelah kasus serupa terjadi di Bojonegoro dan Rembang.

– Hingga saat ini, SPPG Tuban belum memberikan klarifikasi resmi terkait kasus tersebut.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tuban resmi dijalankan pada Juni 2025 dengan tujuan mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas pendidikan. SPPG Jenu Sugihwaras sebagai unit pelaksana mulai memproduksi dan mendistribusikan MBG untuk 2.750 siswa di wilayah terdekat operasional.¹

Namun, kasus keracunan ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas makanan yang disajikan dan prosedur pengawasan yang dilakukan oleh SPPG Tuban. Orang tua korban berharap adanya transparansi dan tanggung jawab dari pihak SPPG terkait kejadian ini.(Imam B)