Bima, BeritaTKP.com – Team Opsnal Polsek Rasana’e Barat, Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua yang terjadi di wilayah hukumnya.
“Kasus ini terungkap setelah adanya laporan kehilangan motor dari warga di Lingkungan Santi Timur, Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, pada Selasa (09/09/2025) sekitar pukul 06.00 WITA,” terang Kapolsek Rasana’e Barat AKP Suratno dalam keterangannya, Senin (15/9).
AKP Suratno menjelaskan bahwa korban bernama Abdollah (44), seorang sopir warga Kelurahan Santi, kehilangan satu unit sepeda motor Suzuki FU 150 warna hitam dengan nomor rangka MH8BG41EJ342318 dan nomor mesin G427ID341341.
Berdasarkan keterangan korban, motor tersebut terakhir kali dimasukkan ke dalam rumah oleh anaknya, Andika, pada Senin (08/09/2025) malam sekitar pukul 22.00 WITA. Namun, keesokan harinya motor sudah tidak berada di tempat. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp11 juta dan langsung melaporkannya ke Polsek Rasana’e Barat.
Hasil penyelidikan Tim Opsnal mengarah pada dua terduga pelaku, yaitu AR (47), wiraswasta asal Kecamatan Asakota, Kota Bima, selaku pelaku utama (pemetik) dan MR (35), wiraswasta asal Kecamatan Asakota, Kota Bima, selaku penadah.
“Pada Minggu (14/09/2025) sekitar pukul 14.40 WITA, tim mengetahui keberadaan AR di Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota. Saat diamankan, AR mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa motor curian telah digadaikan melalui rekannya, MR,” jelas AKP Suratno.
Pengembangan kasus kemudian dilakukan hingga ke rumah seorang warga bernama Fajrin di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasana’e Barat. Dari lokasi tersebut, polisi berhasil menemukan motor curian dan mengamankannya bersama para pelaku.
“Saat ini, kedua pelaku bersama barang bukti sepeda motor telah diamankan di Mapolsek Rasana’e Barat untuk proses hukum lebih lanjut,” tutur Kapolsek Rasana’e Barat.
Polsek Rasana’e Barat mengimbau masyarakat agar selalu waspada, memastikan kendaraan terkunci dengan baik, serta menambahkan kunci ganda untuk mengantisipasi aksi pencurian. (æ/red)





