Ponorogo, BeritaTKP.com – Sebuah peristiwa longsor telah terjadi di jalan penghubung antar desa di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel dan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Warga pun takut ketika akan lewati jalan tersebut, sebab warga takut terjadi longsor sususlan pada jalan yang mereka lewati.

Peristiwa longsor ini berlangsung selama 10 tahun terakhir. Longsor sedikit demi sedikit menggerus jalan penghubung desa ini. Padahal, setiap harinya, warga dua desa ini sering melintas.

“Ini roda empat sudah tidak bisa lewat, untuk sementara warga buat jembatan dari kayu untuk lalu lintas sepeda motor,” jelas warga setempat, Edi Purwanto, Rabu (15/1/2025).

Edi menambahkan, warga yang melintas dengan mengendarai mobil terpaksa mencari jalan lain. Sedangkan warga yang melintas di jembatan ini, hanya diperuntukkan kendaraan roda dua.

“Karena jalannya tinggal seperempat badan jalan, khawatir jika dilewati kendaraan roda empat bisa longsor,” ujar Edi.

Ditambah saat ini musim hujan, longsor kembali menggerus badan jalan. Akibatnya, jalan yang sebelumnya selebar dua meter kini tinggal satu meter saja.

“Selasa (14/1) sore kemarin hujan deras, akhirnya yang bawah makin lebar longsornya,” kata Edi

Menurutnya, meski menjadi jalan penghubung desa, sayangnya jalan ini belum tersentuh perbaikan. Hingga akhirnya, warga bergotong royong membuat jembatan dari papan kayu.

“Kalau jalan ini putus, warga harus memutar 10 kilometer. Padahal jalan ini biasa digunakan untuk mengantar anak sekolah maupun kerja,” papar Edi.

Khamsi wargg lain, berharap agar segera ada upaya perbaikan dari Pemkab Ponorogo. Sebab kondisi jalan saat ini sangat mengkhawatirkan.

“Saya takut kalau lewat naik motor, saya pilih jalan kaki saja. Ini saya mau takziah,” tandas Khamsi.

Sementara itu, Kepala Desa Wagir Lor, Sumono membenarkan jalan tersebut sudah beberapa kali terdampak longsor. Menurutnya, jalan penghubung desa itu sebelumnya telah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.

“Langkah-langkah seperti pembangunan talud dan pemasangan karung pasir sudah dilakukan untuk mencegah longsor lebih parah. Namun, tingginya intensitas hujan membuat jalan kembali terkikis,” imbuh Sumono.

“Kami sudah melaporkan kondisi jalan ini ke pihak terkait. Harapannya, ada langkah cepat untuk memperbaikinya secara permanen,” pungkas Sumono.  (sy/red)