Kediri Kota, BeritaTKP.com – Warga Perumahan Mojoroto geger, Minggu sore (15/9). Ini setelah sekitar pukul 16.00 kemarin, salah satu warga menemukan bayi laki-laki yang dibuang di dekat salah satu bangunan rumah.

Melihat kondisi bayi yang pipinya merah kehitaman tersengat panas matahari itu, warga langsung membawanya ke RS Nirmala untuk dirawat lebih lanjut.

Bayi seberat 2,8 kilometer itu kali pertama ditemukan oleh Yu Mi, pemulung yang setiap hari memang mencari rongsok di Perumahan Mojoroto Indah.

“Dari jauh kelihatan seperti bungkusan. Pas mau diambil ternyata terlihat kepala bayi. Yu Mi langsung memanggil orang,” kata Catur Satrio, warga yang kebetulan berta
Mendapat kabar keberadaan bayi dari Yu Mi, pria yang juga pensiunan reserse Polres Kediri Kota itu langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di sana, dia melihat bayi dibungkus dua lapis jaket dan diletakkan di pecahan keramik.
Di bagian dalam, ada jaket lusuh dan rusak. Sedangkan di lapis kedua, bayi malang itu dibungkus jaket jumper berwarna merah.

Sejumlah warga yang melihat kondisi bayi tidak bisa menutupi rasa ibanya. Sebab, di bagian lengan kiri, pipi, dan dadanya didapati banyak bitnik merah bekas gigitan nyamuk. Sedangkan di bagian wajah sebelah kiri berwarna merah kehitaman, diduga akibat sengatan sinar matahari.

“Kami laporkan ke Polsek Mojoroto. Setelah itu langsung dibawa ke RS Nirmala untuk mendapat perawatan. Khawatirnya dia dehidrasi,” lanjut pria berusia 60 tahun tersebut.

Saat bayi sedang dirawat di RS, rupanya warga menemukan ari-ari bayi. Lokasinya berada di selokan yang jaraknya dengan lokasi penemuan bayi sekitar 25 meter.

“Di sana (lokasi penemuan ari-ari, Red) juga ditemukan bercak darah yang sudah mengering,” lanjut Catur tentang penemuan ari-ari oleh anaknya.
Terpisah, dr Christoporus Nicholas Handoyo yang merawat bayi laki-laki tersebut mengatakan, bayi yang ditemukan di Perumahan Mojoroto kemarin dalam kondisi sehat.

“Tapia da gejala sesak napas karena sudah terkena paparan udara dalam waktu lama,” terang pria yang akrab disapa Christo tersebut.

Lebih jauh Christo memastikan bayi laki-laki tersebut dilahirkan dalam kondisi usia yang cukup alias tidak premature. “Kemungkinan usianya antara 2-3 harian,” tuturnya.

Pria berkulit putih itu menegaskan, bayi sepanjang 50 sentimeter dan berat 2,8 kilogram itu sudah dalam kondisi terpotong rapi ari-arinya. Melihat hal itu, dia menduga kelahiran bayi tersebut ditangani oleh tenaga medis.

Pantauan media ini, hingga tadi malam Tim Inafis Polres Kediri Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu Fathur Rozikin meynebut, pihaknya fokus mendalami identitas orang tua pembuang bayi di belakang rumah di blok F Perumahan Mojoroto Indah kemarin sore.

“Anggota sudah melakukan olah TKP. Kami fokus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pemilik bayi itu,” jelas Fathur. (æ/red)