Pasuruan, BeritaTKP.com – Sejumlah hewan ternak di Kabupaten Pasuruan terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Dalam sepekan, ada ratusan ekor sapi terjangkit PMK dan puluhan ekor sapi mati.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, menyebut dalam kurun waktu 7 hari terhitung 14-20 Februari 2024, ada 145 kasus PMK, 31 ekor sapi mati.

“Itu laporan di beberapa kecamatan yang masuk ke kami dalam seminggu terakhir,” kata Ainur Alfiah, dikutip dari detikjatim, Kamis (22/2/2024).

Padahal, mulai dari bulan Mei tahun 2023 hingga di penghujung tahun, tidak ada laporan sapi terinfeksi PMK alias Zero reported. “Merebaknya kembali kasus PMK sangat mengagetkan. Sebab mulai bulan Mei tahun 2023 hingga di penghujung tahun 2023 zero reported,” jelasnya.

Dari 31 ekor sapi yang mati, paling banyak kasusnya di Kecamatan Prigen sampai 13 ekor. Selanjutnya di Kecamatan Pandaan 8 ekor mati, Sukorejo 6 ekor, Gempol 3 ekor dan Rembang 1 ekor.

Guna menangani hal itu, pihak Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan setempat akan menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan pengobatan. “Teman-teman petugas lapangan semuanya kami turunkan untuk siap mengobati ternak-ternak yang sakit,” jelasnya. (Din/RED)