
Jombang, BeritaTKP.com – Ratusan warga Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang melakukan demonstrasi ke perusahaan pengolahan kayu PT Seng Fong Moulding Perkasa di Jl Nurcholish Madjid, pada Rabu (4/10/2023). Demo tersebut dilakukan oleh warga sebab sekitar tiga bulan warga dihujani limbah serbuk kayu.
Dalam aksinya, warga membeberkan poster bernada tuntutan. Selain itu, mereka juga melakukan orasi secara bergantian. Warga kesal sebab selama ini serbuk gergaji terbang ke udara lalu memasuki pemukiman. Mulai dari ruang tamu hingga dapur, rumah warga dipenuhi serbuk kayu tersebut.
Peristiwa itu terjadi selama tiga bulan atau dimulai pada bulan Juli 2023. Tentu saja, kondisi tersebut membuat warga cepat lelah setelah bersih-bersih. Sudah begitu, pihak perusahaan juga tidak mau bertanggung jawab. “Hampir seluruh bagian rumah saya penuh dengan limbah serbuk kayu, mulai dari ruang tamu hingga dapur,” ujar Muhson, salah satu pendemo, dilansir dari beritajatim.
Tak hanya itu, ruangan lain termasuk kamar mandi, kamar tidur, serta ruang makan, tidak luput dari serbuan limbah serbuk kayu itu. Selain kotor, serbuk kayu tersebut juga menimbulkan gatal-gatal di kulit. “Setiap hari kami tidak berani membuka pintu,” lanjutnya.
Muhson mengungkap jika yang terkena dampak serbuk kayu tersebut sebanyak empat RT di Desa Tunggorono. Namun yang paling parah adalah RT 1 dan RT 2.
Oleh sebab itu, warga mendesak agar pabrik pengolahan flooring atau kayu lantai tersebut memperbaikan alat yang rusak. “Kami minta pabrik memperbaiki alat yang rusak. Sehingga ketika mereka melakukan produksi, serbuk kayu tidak beterbangan dan masuk ke rumah warga. Kami ingin hidup sehat tanpa pencemaran,” kata Muhson yang diamini pendemo lainnya.
Hanya saja, aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga ini bertepuk sebelah tangan. Pihak manajemen perusahaan di Jl Nurcholish Madjid Tunggorono Jombang ini tak kunjung menemui. Bahkan pintu gerbang pabrik tertutup rapat. (Din/RED)





