Malang, BeritaTKP.com – Aksi seorang pria eksibisionis menghebohkan wisatawan Coban Glotak, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pria yang belum diketahui identitasnya ini berpose setengah telanjang dengan hanya memakai pakaian dalam dan celana jaring di salah satu spot Coban Glotak yang terletak di Lereng Gunung Kawi.
Tak hanya itu, pria ini juga memakai borgol pink di tangan dan kakinya, ia juga tampak memakai penutup mata dan mulut selayaknya pakaian BDSM yang ada di film dewasa. Seketika aksi pria ini pun terekam oleh wisatawan dan viral di media sosial.
Berdasarkan informasi yang ada, peristiwa ini bermula pada Senin (5/6/2023) siang, saat dimana ada lima wisatawan muda tengah berkunjung ke Coban Glotak. Saat sampai di loket, mereka bertanya pada penjaga loket apakah lokasi wisata tersebut ramai pengunjung atau tidak.

Dijawab oleh sang penjaga tiket, jika pada hari Senin Coban Glotak tidak ramai, lokasi air terjun ini ramai sehari sebelumnya pada hari Minggu. Mengetahui informasi itu, mereka merasa senang dan siap melanjutkan ke air terjun dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer.
Setelah 100 meter berjalan, mereka kemudian bertemu dengan sekelompok mahasiswa yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka sempat mengobrol dengan mahasiswa tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan kembali.
Kemudian setelah berjalan 300 meter, mereka bertemu sepasang kekasih yang baru turun dari Coban Glotak. Mereka bertanya apakah di lokasi air terjun ramai pengunjug, sepasang kekasih itu menjawab hanya ada sekitar 20 orang.
Setelah berjalan sejauh 500 meter, mereka berisitirahat di sebuah warung milik warga. Di sana mereka mendapatkan peringatan dari pemilik warung karena ada pria mesum yang tengah berkeliaran setengah telanjang. Pria paruh baya pemilik warung mengungkapkan jika laki-laki mesum tersebut bukanlah warga sekitar.
https://www.instagram.com/p/CtLAJclJY5g/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
Sedikit tidak percaya dengan perkataan pemilik warung tersebut, mereka dengan santai melanjutkan perjalanan yang tinggal setengah kilometer lagi. Sekitar 300 meter dari warung, mereka bertemu sekelompok wisatawan seumuran siswa SMP. Anak-anak tersebut terlihat panik dan kebingungan apakah akan melanjutkan perjalanan atau tidak.
Mereka takut bertemu dengan pria mesum yang diceritakan pemilik warung sebelumnya. Kedua rombongan ini akhirnya berangkat bersama untuk mengurangi rasa takut. Benar saja, beberapa meter setelah berjalan bersama, pria mesum yang diceritakan pemilik warung sebelumnya muncul. Pria itu memakai satu set pakaian BDSM. Ia berpose tiduran di atas batu diantara pepohonan rindang setelah mengetahui aksinya direkam dan difoto oleh grub wisawatan ini.
Lantaran takut, kelompok siswa SMP ini memutuskan lari dan pulang daripada melanjutkan perjalanan yang tinggal 100 meter lagi. Sementara kelompok 5 orang ini memilih melajutkan perjalanan ke air terjun hingga kemudian sampailah mereka ke lokasi air terjun Coban Glotak.
Sesampainya di lokasi air terjun, mereka lalu mengganti pakaian untuk bersiap bermain air. Tapi tiba-tiba pria berpakaian BDSM tersebut berada di belakang mereka. Sontak saja mereka terkejut kemudian kembali memakai pakaian kembali. Mereka juga bertanya apa maksud pria mesum misterius tersebut. Namun ia hanya diam saja tidak merespon.
Salah satu wisatawan mulai naik pitam dan berteriak agar pria tersebut berbalik badan, karena khawatir ada senjata yang disembuyikan. Pria misterius tersebut kemudian berbalik badan dan berjalan ke dalam semak-semak lalu menghilang.
Video pose pria mesum berpakaian BDSM tersebut akhirnya viral di media sosial. Lewat video tersebut, jajaran Muspika Kecamatan Wagir langsung mengunjungi kawasan Wisata Coban Glotak, untuk menanyakan ke pihak pengelola perihal pria yang diduga mengidap eksibisionis tersebut.
Kapolsek Wagir, AKP Rony Margas membenarkan adanya pria misterius berpakaian BDSM di Coban Glotak. Ia menjelaskan jika pria tersebut masuk tanpa mengantongi tiket, alias masuk secara ilegal. “Video orang ditali dan ditutup matanya di Coban Glotak memang benar. Pria tersebut masuk tanpa tiket dan keluar jam 4 sore,” ucap Rony Margas, Selasa (6/6/2023) kemarin petang.
Sementara wisatawan yang merekam kejadian tersebut masih dicari keberadaannya. Mereka ingin meminta keterangan lebih lanjut terkait kejadian yang menghebohkan media sosial tersebut. Pasalnya hingga kini siapa pria berpakaian BDSM ini masih ditelusuri. “Kita sekarang masih dalam penyelidikan. Sementara pembuat video masih dalam pencarian,” ujarnya.
Pihaknya memutuskan segera menangkap pria berpakaian BDSM tersebut, pasalnya sudah meresahkan wisatawan dan masyarakat. Perilakunya juga mengancam pendapatan masyarakat sekitar karena wisatawan jadi berpikir dua kali untuk datang ke Coban Glotak.
Ia pun meminta pengelola memperketat penjagaan di Coban Glotak. Wisatawan pun diminta tidak terpengaruh dengan kabar pria berpakaian BDSM. Karena pria tersebut tidak akan bisa masuk ke Coban Glotak lagi. “Saya menghimbau masyarakat untuk tidak takut berlibur ke Coban Glotak. Karena tingkat keamanan dari pihak muspika dan pihak pengelol Perhutani menjamin keamanan di lingkungan,” tandasnya. (Din/RED)





