Banyuwangi, BeritaTKP.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada tanggal 29 Juni 2023 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyiapkan sebanyak 700 dosis vaksin untuk mencegah adanya hewan ternak sapi yang terserang penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD).

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Nanang Sugianto menuturkan, pihaknya akan terus memantau peredaran hewan kurban di sejumlah peternak yang ada di Banyuwangi, juga hewan yang akan datang ke Kabupaten Banyuwangi. Semuanya haru bebas dari penyakit, khususnya penyakit LSD.

Menurut dia, penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut dilaporkan telah menyerang empat ekor sapi di Kabupaten Jember, dan sampai saat ini virus ini baru menyerang sapi atau kerbau.

ILUSTRASI.

Sejauh ini, di Banyuwangi sendiri belum ada laporan mengenai penyakit LSD yang menyerang ternak sapi. Meski begitu, pemerintah tak goyah dan mempersiapkan kemungkinan terburuk dengan menyiapkan 700 dosis vaksin untuk penyakit tersebut.

Sebanyak 700 dosis vaksin yang disediakan itu  akan dibagikan kepada hewan ternak, terutama pada tiga wilayah, yakni Kecamatan Licin, Kecamatan Purwoharjo dan Kecamatan Tegaldlimo yang menjadi sentra ternak Banyuwangi. “Tahap pertama ini kami salurkan ke sapi perah. Karena sapi perah ini paling rentan terhadap penyakit,” ucap Nanang.

Nanang menjelaskan, hewan ternak yang terjangkit penyakit LSD ini mudah dikenali, mulai dari bentuk fisiknya yang terdapat benjolan keras semacam cacar pada kulit. Benjolan tersebut biasanya muncul pada area perut, leher, serta punggung hewan. “Bila ada tanda- tanda yang mengarah ke gejala klinis mirip seperti LSD, maka peternak diharapkan segera menghubungi petugas kesehatan hewan setempat,” ujar Nanang.

Sebagai langkah antisipatif, kata Nanang, pihaknya juga melakukan pengecekan intensif di sejumlah pasar hewan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. “Kami secara kontinyu mengecek hewan ternak ini, berbarengan dengan masih terus dilakukannya vaksinasi penyakit mulut dan kuku atau PMK. Ada 11 tim yang kami turunkan dengan 28 petugas medis dan paramedis di dalamnya,” tuturnya. (Din/RED)