Kota Malang, BeritaTKP.com – Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) menjadi perhatian utama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang setelah sempat ada kejadian tragis bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda.

Pemuda tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Ia melakukan aksi bunuh diri dengan cara menyayat nadinya terlebih dahulu baru kemudian melompat dari atas Jembatan Suhat pada Jumat (26/5/2023) sore lalu.

Pemandangan Jembatan Seohat Malang dari kejauhan.

Pemerintah Kota Malang berencana untuk mengajukan penambahan fasilitas keamanan pada semua jembatan yang ada di Kota Malang. Hal ini dilakukan harap-harap bisa menjadi salah satu langkah pencegahan aksi bunuh diri serupa terulang kembali.

Rencana tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto.

Ia menegaskan, kendati Jembatan Soekarno-Hatta berada di bawah yurisdiksi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang akan memperhatikan usulan masyarakat mengenai kebutuhan pengamanan yang perlu dipasang di jembatan tersebut. “Kemudian, kami akan mengirimkan usulan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk dipertimbangkan lebih lanjut,” kata dia, Rabu (31/5/2023).

Dandung mengatakan, demikina pula dengan jembatan-jembatan lain yang berada di bawah yurudiksi Pemerintah Kota Malang. Semua jembatan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pengamanan guna mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.

Bahkan, lanjut Dandung, dalam periode lima bulan terakhir, Pemerintah Kota Malang telah melakukan penambahan fasilitas pengamanan pada beberapa jembatan. “Sebagai contoh, di jembatan yang terletak di Jalan Pelabuhan Tanjungmas, Kelurahan Bandungrejosari, Pemerintah Kota Malang telah memasang pagar pengaman dengan jaring-jaring pelindung di kedua sisinya,” papar dia.

Upaya ini dilakukan karena di jembatan tersebut seringkali ad aorang membuang sampah sembarangan dan juga menjadi lokasi percobaan bunuh diri seseorang.

Dandung menambahkan, pemasangan jaring pelindung di jembatan tersebut mulai dilakukan pada bulan November 2022 lalu. Tinggi jaringnya sekitar 2,4 meter.

“Beberapa jembatan lain juga telah dilengkapi dengan jaring-jaring pelindung, seperti jembatan di Jalan Mahakam serta jembatan yang tersebar di seluruh Kelurahan Bandulan, termasuk Klayatan, Mulyorejo, Budi Utomo, hingga Tidar,” jelasnya

Sementara itu, masih ada dua jembatan yang tercatat belum dilengkapi dengan jaring-jaring pelindung. “Saat ini, masih terdapat dua jembatan yang belum dilengkapi dengan jaring-jaring pelindung, yaitu jembatan di Oro-Oro Dowo dan Jalan Buring,” tutupnya. (Din/RED)