Lamongan, BeritaTKP.com – Dua kejadian dalam satu hari menewaskan tiga orang di Lamongan, pada Selasa (9/5/2023) kemarin. Korban tewas dalam peristiwa pertama dialami oleh Paijan (58), warga asal Kecamatan Sugio yang tewas akibat tersetrum listrik lampu penerangan oven tembakau.

Bersamaan dengan itu, ada dua orang tewas akibat kesetrum di tempat lain. Mereka adalah Yaitu (30), mekanik asal Blora, Jawa Tengah dan Siswanto (45), warga asal Babat selaku operator mesin pompa Petrodi Desa Terpan, Kecamatan Babat.

Polisi saat melakukan olah TKP kematian dua pekerja Pompa Petro di Desa Terpan, Kecamatan Babat, Lamongan.

Keduanya tewas tersengat aliran listrik saat membersihkan lumpur dan sampah di ruang 1 pompa Petro di Desa Terpaan. Seperti yang telah diketahui, pompa Petro di Babat adalag pusat pengambilan air sungai Bengawan Solo untuk disalurkan ke Gresik.

Menurut keterangan beberapa saksi yang ikut melakukan pembersihan, kedua korban mendadak ambruk karena diduga ada aliran listrik dari mesin pompa. Spontan, para saksi berteriak agar ada yang mematikan mesin aliran listrik. Begitu listrik dimatikan, para pekerja lain menyudahi pekerjaannya untuk mengevakuasi korban.

Di antara saksi ada yang memanggil ambulans. Namun para saksi tidak berhasil menyelamatkan kedua korban. Saat dievakuasi dan dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Babat, keduanya dinyatakan sudah meninggal dunia.

Setelah diselidiki, ternyata ada kabel yang diduga terkelupas dan menyengat kedua orang korban. “Polisi memasang garis polisi di TKP. Dan kasusnya sedang dalam penanganan penyidik, ” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro.

Akibat kejadian itu, untuk sementara aktifitas di TKP dihentikan sampai penyelidikan tuntas. Pemasangan garis polisi dimaksudkan agar TKP tidak rusak. Selain penyidik, tidak ada orang lain yang masuk ke TKP, termasuk masuk melintasi garis polisi. (Din/RED)